Islam Itu Indah, Edisi 6 Ramadan 1447 H
Banjarmasin, mu4.co.id – Puasa merupakan ibadah yang sangat isitimewa, sampai-sampai Allah sendirilah yang akan menilai dan memberikan ganjaran pahalanya kepada tiap-tiap hamba. Mengapa begitu?
Puasa menjadi ibadah yang sangat istimewa, karena puasa bersifat ibadah ruhiyah, yang hanya diketahui oleh pelakunya dan Allah. Seseorang bisa saja membatalkan puasanya tanpa diketahui siapa pun. Namun, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
Berbeda dengan shalat, sedekah, zakat, umrah, naik haji, yang dapat dilihat orang lain, sehingga dapat menimbulkan riya dan takabbur. Oleh karena itu, puasa seseorang itu berbeda-beda tingkatannya.
Karena sifatnya yang tersembunyi, kualitas puasa setiap orang pun berbeda-beda. Ada yang sekadar menahan lapar dan haus, tetapi masih gemar mencela, menghina, atau berbohong. Ada pula yang menjaga lisan, sikap, dan perilakunya selama berpuasa.
Baca juga: Islam Itu Indah 05: Di Antara Dua Ramadan Dosa-Dosa Akan Diampuni
Sehingga setiap orang akan mendapatkan pahala puasa sesuai dengan kualitas puasa yang dikerjakannya, sebagaimana Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda dalam hadis qudsi:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
“Setiap amal anak Adam adalah untuk dirinya sendiri kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari No. 1761 dan Muslim No. 1946).
Jadi, puasa bukan hanya sekadar menahan diri secara fisik, melainkan ibadah yang menuntut keikhlasan dan pengendalian diri secara menyeluruh. Sehingga Allah yang akan memberikan pahala yang pantas untuk hambanya. Wallahu a’lam Bisawwab.
Dengarkan Program “Islam Itu Indah” Edisi Ramadhan, setiap hari hanya di Radio Suara Al Jihad Banjarmasin, FM 105,1 Megaherzt.












![Video kontroversi dan permohonan maaf. [Foto: Instagram DS]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/02/40D483DF-8374-4C56-94EB-49E24C366D82-2048x1366-1-300x200.jpeg)


