Iran, mu4.co.id – Mojtaba Khamenei (56) resmi ditetapkan sebagai pemimpin tertinggi Iran menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel.
Penunjukan yang diumumkan para ulama pada 8 Maret 2026 itu terjadi di tengah krisis besar di kawasan. Meski belum pernah memegang jabatan publik, Mojtaba dikenal berpengaruh di lingkaran kekuasaan ayahnya dan memiliki hubungan kuat dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
Dalam beberapa tahun terakhir, nama Mojtaba Khamenei kerap disebut sebagai kandidat kuat penerus mendiang Ali Khamenei.
Pengamat menilai penunjukannya menunjukkan kuatnya pengaruh kelompok garis keras di Iran, sehingga peluang negosiasi damai dalam waktu dekat dinilai kecil. Media Al Jazeera juga menyebut Mojtaba selama ini berperan sebagai penjaga gerbang bagi ayahnya.
“Ia adalah penjaga gerbang ayahnya. Ia mengadopsi posisi ayahnya terkait Amerika Serikat dan Israel. Jadi kita kemungkinan akan melihat pemimpin yang konfrontatif. Kita tidak mengharapkan adanya moderasi,” tulis Al Jazeera dikutip dari CNBC, Selasa (10/3).
Meski begitu, perubahan masih mungkin terjadi ke depan jika perang berakhir dan kepemimpinan negara tetap berjalan, sehingga membuka peluang bagi Iran menemukan arah baru.
Baca Juga: Media Iran Umumkan Pemimpin Tertinggi Khamenei Meninggal Akibat Serangan AS–Israel
Sementara itu, Anggota Majelis Ahli Iran, Heidari Alekasir, menyatakan bahwa kandidat pemimpin tertinggi dipilih berdasarkan nasihat Ali Khamenei sebelum wafat. Ia juga menegaskan bahwa pemimpin Iran seharusnya bukan sosok yang dipuji oleh musuh negara.
“Ia dipilih berdasarkan nasihat mendiang Khamenei bahwa pemimpin tertinggi Iran seharusnya ‘dibenci oleh musuh’ alih-alih dipuji oleh mereka,” ungkap Alekasir.
Ia juga menyinggung pernyataan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menyebut Mojtaba Khamenei sebagai pilihan yang “tidak dapat diterima”.
(CNBC)











