Media Utama Terpercaya

3 April 2026, 22:03
Search

Iran Beri Sinyal Izinkan 2 Kapal Pertamina Lewati Selat Hormuz!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Dua kapal pertamina diizinkan melewati Selat Hormuz
Dua kapal pertamina diizinkan melewati Selat Hormuz. [Foto: AI/mu4.co.id]

Iran, mu4.co.id – Dua kapal milik Pertamina, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, dipastikan segera meninggalkan kawasan Selat Hormuz setelah memperoleh izin dari otoritas Iran. Keputusan ini merupakan hasil komunikasi diplomatik yang dilakukan pemerintah Indonesia di tengah meningkatnya tensi keamanan di kawasan tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menyampaikan bahwa koordinasi dengan pihak Iran telah dilakukan sejak awal situasi memanas dan kini mendapat respons positif. Proses selanjutnya tengah difokuskan pada aspek teknis dan operasional pelayaran.

Di sisi lain, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan koordinasi lintas instansi terus diperkuat, terutama untuk menjamin keselamatan awak kapal serta kelancaran distribusi energi nasional.

Baca juga: Tak Hanya Thailand, Kapal Malaysia Juga Diizinkan Lintasi Selat Hormuz!

“Kementerian ESDM terus berkomunikasi dan berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan proses pelintasan kapal Indonesia di Selat Hormuz dapat berjalan aman dan lancar. Dalam proses tersebut, tidak hanya soal muatan, tapi keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama pemerintah,” ujar Juru Bicara ESDM, Dwi Anggia dilansir dari idnfinancials.com, Jum’at (3/4).

Pertamina melalui unit Pertamina International Shipping juga tengah menyiapkan berbagai kebutuhan teknis dan administratif guna memastikan kedua kapal dapat melintas dengan aman.

“Prioritas kami tetap pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron.

Baca juga: Dukung Iran, Spanyol Dapat “Jalur Khusus” di Selat Hormuz

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah mulai mengurangi ketergantungan pada pasokan energi dari kawasan Timur Tengah dengan memperluas sumber impor minyak mentah dan BBM ke wilayah lain. Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Sepanjang 2025, impor minyak mentah Indonesia mencapai lebih dari 135 juta barel, dengan rincian sekitar 19% atau 25,36 juta barel berasal dari Arab Saudi. Sisa pasokan diperoleh dari Afrika, Amerika Latin, Amerika Serikat, Malaysia, serta kerja sama jangka panjang dengan Singapura dan Malaysia untuk produk BBM.

(idnfinancials.com)

[post-views]
Selaras