Media Utama Terpercaya

19 Maret 2026, 20:37
Search

Iran Batasi Selat Hormuz, Hanya Negara Tertentu Diizinkan Melintas

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Iran Izinkan Negara Tertentu Melintas Selat Hormuz
Iran Izinkan Negara Tertentu Melintas Selat Hormuz [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – Iran menyatakan Selat Hormuz tetap terbuka ditengah perang antara Amerika Serikat–Israel melawan Iran baru-baru ini, namun tidak untuk Amerika Serikat dan sekutunya.

Penasihat senior untuk panglima tertinggi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Ebrahim Jabari, sebelumnya sempat menyebut Selat Hormuz ditutup dan mengancam akan menyerang kapal yang mencoba melintas tanpa izin. Ancaman itupun berdampak besar pada ekonomi global, terlihat dari lonjakan harga minyak dunia hingga di atas 100 dolar AS per barel, naik lebih dari 40 persen dibanding sebelum perang.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, beberapa negara telah bernegosiasi dan bahkan diberikan izin khusus untuk melintas. Akses diberikan secara selektif tergantung hubungan politik dan negosiasi. Negara-negara yang tidak dianggap musuh atau yang menjalin komunikasi dengan Iran masih bisa mendapatkan jalur aman.

Baca juga: Iran Pertimbangkan Buka Selat Hormuz, Syaratnya Transaksi Minyak Pakai Yuan China

Berikut ini daftar negara yang diizinkan melintas dan yang sedang bernegosiasi untuk melewati Selat Hormuz berdasarkan laporan Al Jazeera pada 16 Maret 2026:

1. Pakistan
Sebuah kapal tanker berbendera Pakistan bernama Karachi, tipe Aframax berhasil melintas keluar dari Teluk Persia melalui Selat Hormuz pada Ahad (15/03/2026). Artinya, meskipun ketegangan di Selat Hormuz tinggi akibat perang antara Amerika Serikat–Israel dan Iran, Iran tetap memberikan izin khusus bagi kapal tertentu untuk melewati jalur strategis ini. Kapal Pakistan ini menjadi contoh negara yang diizinkan Iran untuk mengamankan pasokan energi atau perdagangan lautnya tanpa menghadapi risiko serangan atau blokade.

2. India
Duta Besar Iran untuk India, Mohammad Fathali, menyatakan bahwa beberapa kapal India diizinkan melintasi Selat Hormuz pada Sabtu (14/03/2026). Meskipun Fathali tidak menyebut jumlah kapal yang diizinkan, laporan dari pemerintah India menyebut dua kapal tanker berbendera India yang mengangkut liquefied petroleum gas (LPG) menuju pelabuhan di bagian barat India berhasil melewati selat tersebut.

3. Turki
Sebuah kapal milik Turki yang sebelumnya menunggu di dekat wilayah Iran akhirnya diizinkan melintas melalui Selat Hormuz setelah mendapat persetujuan resmi dari otoritas Iran. Abdulkadir Uraloglu, Menteri Transportasi dan Infrastruktur Turki, pada hari Jumat (13/03/2026), menjelaskan bahwa ada 15 kapal milik pemilik Turki yang berada di kawasan tersebut, namun hanya satu kapal yang diizinkan melewati selat karena kapal itu telah menggunakan pelabuhan Iran sebelumnya.

4. China
China sedang melakukan pembicaraan dengan Iran untuk memastikan kapal pengangkut minyak mentah dan gas alam cair (LNG) asal Qatar dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman, berdasarkan laporan Reuters pada 5 Maret 2026. China memiliki hubungan diplomatik yang baik dengan Iran dan sangat bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah.

5. Prancis dan Italia
Prancis dan Italia telah meminta pembicaraan dengan Iran terkait kemungkinan agar kapal‑kapal mereka diizinkan melewati Selat Hormuz. Dalam hal ini, Prancis dan Italia berupaya mengadakan dialog langsung dengan Teheran untuk negosiasi agar kapal‑kapal mereka dapat transit dengan aman melalui selat tersebut. Langkah dua negara Eropa ini lebih bersifat diplomasi dan perlindungan perdagangan, bukan keterlibatan militer dalam konflik tersebut.
(tirto.id)

[post-views]
Selaras