Iran, mu4.co.id – Pemerintah Iran resmi membuka akses bagi perempuan untuk memperoleh SIM sepeda motor setelah bertahun-tahun berada dalam ketidakpastian hukum.
Kebijakan ini berlaku usai Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Reza Aref menandatangani resolusi yang telah disetujui kabinet pada akhir Januari 2026.
Sebelumnya, aturan di Iran tidak secara tegas melarang perempuan mengendarai sepeda motor atau skuter, tetapi aparat tidak menerbitkan SIM bagi perempuan, sehingga status hukumnya berada di area abu-abu.
Meski demikian, perempuan tetap bisa dimintai pertanggungjawaban hukum jika terlibat kecelakaan, termasuk saat menjadi korban.
Baca Juga: Demo Dimana-mana dan Mata Uang Iran Anjlok Hingga $0. Apa Penyebabnya?
Menurut kantor berita Ilna, resolusi terbaru mewajibkan kepolisian lalu lintas memberikan pelatihan praktik, menyelenggarakan ujian, dan menerbitkan SIM sepeda motor bagi pemohon perempuan.
Kebijakan ini muncul di tengah dinamika politik Iran yang memanas, menyusul gelombang protes nasional yang awalnya dipicu isu ekonomi dan berkembang menjadi demonstrasi antipemerintah.
Sebagian perempuan menilai kebijakan tersebut datang terlambat, mengingat sejak Revolusi Islam 1979 mereka menghadapi berbagai pembatasan sosial, termasuk aturan berpakaian ketat, yang juga berdampak pada perempuan pengendara sepeda motor.
Meski demikian, dalam beberapa tahun terakhir jumlah perempuan yang mengendarai sepeda motor meningkat signifikan, terutama dalam beberapa bulan terakhir.
(CNBC)









![Gedung Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal [BPJPH]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260210-WA0015-300x183.jpg)




