Media Berkemajuan

26 Februari 2024, 05:33

Ini 3 Bandara di Indonesia yang Masuk Daftar Terburuk di Dunia, Apa Saja?

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin menjadi Bandara terburuk di dunia berdasarkan survei AirHelp Inc [Foto: syamsudinnoor-airport.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – AirHelp Inc (perusahaan penegakkan hak penumpang udara jika terjadi gangguan penerbangan secara global) melakukan survei terkait bandara yang terbaik hingga yang terburuk yang ada di dunia pada periode 2023 (tahun ini).

Survei tersebut berdasarkan data yang dikumpulkan dari 1 Januari hingga 30 September, ditambah tanggapan survei dari lebih dari 15.800 penumpang, dengan faktor-faktor yang dipertimbangkan yaitu mencakup kinerja yang tepat waktu di setiap bandara, ditambah masukan pelanggan terkait navigasi bandara, serta pilihan makanan dan berbelanja.

Lalu bandara mana saja yang masuk daftar bandara terburuk tahun ini?

Dilansir dari Bloomberg News, terdapat 3 Bandara di Indonesia yang masuk ke dalam daftar bandara terburuk tahun ini. Ketiga bandara tersebut yaitu: Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar dan Bandara Internasional Halim Perdanakusuma.

Sedangkan bandara terbaik di dunia yaitu Muscat International di Oman, yang kedua Bandara Internasional Recife-Guararapes di Brasil, dan yang ketiga adalah Bandara Internasional Cape Town di Afrika Selatan.

Baca juga: Indikasi Covid-19, Bandara Soetta Kembali Terapkan Protokol Kesehatan Serta Wajib Masker

Berikut daftar lengkap 10 besar bandara terbaik dan terburuk menurut AirHelp yaitu:

Bandara Terbaik di Dunia:

  1. Bandara Internasional Muscat, Oman (MCT)
  2. Bandara Internasional Recife/Guararapes–Gilberto Freyre, Brasil (REC)
  3. Bandara Internasional Cape Town, Afrika Selatan (CPT)
  4. Bandara Internasional Brasília–Presidente Juscelino Kubitschek, Brasil (BSB)
  5. Bandara Internasional Doha Hamad, Qatar (DOH)
  6. Bandara Internasional Osaka Itami, Jepang (ITM)
  7. Bandara Internasional Belem/Val-de-Cans, Brasil (BEL)
  8. Bandara Internasional Belo Horizonte Tancredo Neves, Brasil (CNF)
  9. Bandara Internasional Narita Tokyo, Jepang (NRT)
  10. Bandara Amami, Jepang (ASJ)

Bandara Terburuk di Dunia:

  1. Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin, Indonesia (BDJ)
  2. Bandara Internasional Malta (MLA)
  3. Bandara London Gatwick, Inggris (LGW)
  4. Bandara Lisbon Humberto Delgado, Portugal (LIS)
  5. Bandara Nikola Tesla Beograd (BEG)
  6. Bandara Internasional Denpasar/I Gusti Ngurah Rai, Bali (DPS)
  7. Bandara Internasional Toronto Pearson (YYZ)
  8. Bandara Sofia, Bulgaria (SOF)
  9. Bandara Marseille Provence, Prancis (MRS)
  10. Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Indonesia (HLP)

PT Angkasa Pura 1 (AP 1) sebagai pengelola dari Bandara Syamsuddin Noor yang merupakan bandara terburuk di dunia dan Bandara I Gusti Ngurah Rai di Denpasar yang merupakan bandara terburuk ke-6 di dunia yang disurvei oleh Airhelp Inc, pun merespons hasil survei tersebut.

President Corporate Secretary AP 1, Rahadian D. Yogisworo mengatakan, “Kami mengapresiasi masukan, pendapat, atau survei dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk AirHelp Inc,” Rabu (20/12/2023).

Rahadian menyebutkan bahwa sebagai pengelola bandara di Indonesia harus selalu patuh dan berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik sesuai dengan standar aturan yang berlaku di Indonesia maupun secara internasional. “Mengedepankan prinsip Safety, Security, Services, and Compliance (3S+1C),” kata Rahadian menegaskan.

Ia juga menjelaskan, dalam menjalankan operasional pun kebandarudaraan dan pelayanan, AP 1 mengacu dan menerapkan standar layanan yang berlaku secara nasional dari regulator dan secara internasional dari ICAO dan ACI.

“Semua masukan tetap menjadi motivasi bagi kami untuk terus berupaya lebih baik lagi dalam meningkatkan standar layanan yang berkualitas bagi pengguna jasa bandara,” tambahnya.

Sebagai informasi, Bandara Syamsuddin Noor sendiri diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 2019, yang memiliki luas area sebesar 257 hektare, pertama kali beroperasi pada tahun 1939 dan menjadi bandara sipil pada tahun 1975 dan diubah namanya menjadi Bandara Syamsudin Noor.

Dan pada 18 Desember 2019, Presiden Joko Widodo meresmikan bandara yang terlatak di kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan itu sebagai bandara Internasional.

Sumber: bloombergtechnoz.com

[post-views]
Selaras
error: Content is protected !!