Jakarta, mu4.co.id – Indonesia mengecam keputusan Israel yang meminta pesawat Ethiopian Airlines tujuan Tel Aviv putar balik karena salah satu pilotnya merupakan warga negara Indonesia (WNI). Tindakan tersebut dinilai sebagai bentuk diskriminasi dalam penerbangan internasional.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang mengatakan, pihaknya bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Addis Ababa terus memantau perkembangan kasus tersebut.
“Indonesia mencatat Israel membatasi awak pesawat dari negara tertentu, termasuk Indonesia, hanya berdasarkan faktor kewarganegaraan. Praktik ini bertentangan dengan prinsip non-diskriminasi dan semangat fasilitasi penerbangan internasional,” ungkap Yvonne Mewengkang dikutip dari Antara, Jum’at (16/10).
Baca Juga: 77 Negara Termasuk Indonesia Walk Out Saat PM Israel Netanyahu Pidato di PBB. Berikut Daftarnya!
Ethiopian Airlines sendiri telah memindahkan pilot WNI yang bertugas pada rute Addis Ababa–Tel Aviv ke rute lain. Kemlu RI mengungkap maskapai menilai insiden tersebut tidak berdampak signifikan terhadap operasional penerbangan.
Indonesia tetap menghormati kewenangan setiap otoritas penerbangan dalam menetapkan standar keselamatan, termasuk bagi awak pesawat.
“Tetapi, standar tersebut mesti ditetapkan secara objektif dan proporsional, bukan atas dasar pertimbangan politis atau kewarganegaraan,” tutur Yvonne.
Baca Juga: Fenomena Langka Mikroalga Hentikan 5 dari 6 Instalasi Desalinasi, Ancam Pasokan Air Minum Israel
KBRI Addis Ababa terus berkoordinasi dengan Ethiopian Airlines untuk memastikan hak pilot WNI terpenuhi dan mencegah diskriminasi terulang. Menurut Yvonne, maskapai menyebut insiden tersebut terjadi akibat lemahnya koordinasi internal. KBRI pun meminta evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.
Di tengah ketiadaan hubungan Indonesia dengan Israel, pemerintah akan menempuh berbagai jalur komunikasi termasuk melalui Ethiopia, untuk melindungi pilot tersebut.
Sebelumnya, pesawat Ethiopian Airlines sempat mengudara sekitar satu jam sebelum diminta putar balik oleh otoritas Israel. Setelah kembali ke Addis Ababa, pilot WNI diganti dengan pilot lain dan pesawat kembali terbang menuju Tel Aviv. Ethiopian Airlines mengakui adanya kesalahan karena tidak mengetahui pilot tersebut dilarang terbang ke Israel.
(Antara)












