Jakarta, mu4.co.id – Indonesia menjadi negara pertama yang menerapkan sistem biometrik seamless corridor, memungkinkan pelancong atau pendatang melewati imigrasi tanpa berhenti. Teknologi AI dari Amadeus ini merupakan yang pertama di dunia dan menjadi bagian dari program “All Indonesia” untuk mempercepat proses imigrasi dan meningkatkan efisiensi bandara.
Dua koridor seamless corridor saat ini tengah dipasang di Bandara Soekarno–Hatta, dengan satu koridor lagi direncanakan di Bandara Juanda Surabaya.
Pada tahap awal, layanan ini diprioritaskan bagi lansia dan penumpang berkebutuhan khusus yang mendaftar melalui aplikasi All Indonesia.
Baca Juga: Akun Medsos Bakal Wajib Scan Wajah dan Sidik Jari, Komdigi: Masih Dibahas
Pejabat Amadeus, Rudy Daniello, menjelaskan bahwa integrasi identitas digital dan biometrik di berbagai titik layanan bandara menghadirkan pengalaman perjalanan yang benar-benar mulus dan aman tanpa dokumen, tanpa antrean, dan tanpa hambatan fisik.
“Seamless Corrdor adalah ‘permata di mahkota’ portofolio menyeluruh kami untuk perjalanan tanpa hambatan, membantu menghilangkan hambatan dan antrean di perbatasan. Dikombinasikan dengan inovasi dalam identitas digital dan biometrik di titik-titik layanan bandara utama, akhirnya maskapai penerbangan, bandara, dan pemerintah dapat menyediakan pengalaman yang benar-benar lancar dan aman, bebas dari pemeriksaan dokumen, antrean, dan hambatan,” ujar Rudy Daniello, dikutip dari CNN, Sabtu (29/11).
Proses seamless corridor ini melibatkan beberapa langkah kunci, yaitu:
- Berbagi Data Awal: Penumpang membagikan detail paspor mereka terlebih dahulu.
- Pemeriksaan Latar Belakang: Pemeriksaan latar belakang diselesaikan sebelum mereka tiba di bandara.
- Otentikasi Akhir: Otentikasi terakhir dilakukan saat penumpang melewati koridor biometrik.
Baca Juga: Mulai November 2025, Paspor RI Hadir dengan Fitur Keamanan Baru. Begini Tampilannya!
Teknologi seamless corridor sebenarnya bukan hal baru di Indonesia, karena sebelumnya sudah dipakai untuk mempermudah kedatangan jemaah haji dan umrah.
Setiap tahun sekitar 220.000 orang bepergian antara Indonesia dan Arab Saudi. Saat uji coba, koridor ini mampu memproses lebih dari 30 pemeriksaan per menit dan melayani sekitar 50.000 penumpang.
(CNN)





![Penampakan Ibu Kota Negara [IKN] Nusantara](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2025/11/maxresdefault-300x169.jpg)








