Media Utama Terpercaya

26 Januari 2026, 12:47
Search

Indonesia Gabung Board of Peace, MUI Sebut Langkah Neokolonialisme!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
MUI Tanggapi Soal Indonesia Gabung Board of Peace
MUI Tanggapi Soal Indonesia Gabung Board of Peace [Foto: mui.or.id]

Jakarta, mu4.co.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebut bahwa Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump merupakan bentuk nyata dari langkah neokolonialisme, menyusul bergabungnya Indonesia ke dalam Board of Peace.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, menilai forum tersebut berpotensi melanggengkan penjajahan Israel atas Palestina.

“MUI menegaskan bahwa isu Palestina bukan sekedar konflik biasa, melainkan persoalan penjajahan, perampasan hak dasar, dan kejahatan serta pelanggaran sistematis terhadap hukum humaniter internasional,” kata Prof Sudarnoto Abdul Hakim dilansir dari laman resmi mui.or.id, Kamis (22/01/2026).

Prof Sudarnoto menegaskan sikap MUI menolak ‘perdamaian semu’ sebagaimana yang diatur oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump karena tidak berbasis kepada keadilan. MUI juga menilai bahwa setiap inisiatif perdamaian yang tidak secara tegas mengakui Palestina sebagai bangsa yang terjajah dan tidak menjadikan pengakhiran pendudukan Israel sebagai prasyarat utama, berpotensi melanggengkan kolonisasi dalam kemasan perdamaian.

Board of Peace adalah bentuk nyata langkah neokolonialisme. MUI memandang ada problem struktural Board of Peace yang sangat serius. Keterlibatan Israel sebagai anggota setara, bukan sebagai occupying power yang harus dimintai pertanggungjawaban, merupakan cacat mendasar,” tegasnya.

Baca juga: Spanyol dan Jerman Tolak Masuk Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump, Apa Alasannya?

Menurut Prof Sudarnoto model itu berpotensi menggeser isu dari keadilan dan kemerdekaan menjadi sekedar manajemen konflik dan stabilitas kawasan. Meski demikian, pihaknya menghargai niat pemerintah Indonesia untuk berkontribusi bagi perdamain dunia.

“Namun MUI juga mengingatkan bahwa keterlibatan tanpa garis merah yang jelas dapat menjadikan Indonesia sebagai legitimasi moral bagi skema yang justru merugikan perjuangan kemerdekaan Palestina. Perdamaian sejati hanya mungkin terwujud apabila hak, martabat, dan kedaulatan rakyat Palestina dipulihkan sepenuhnya. Skema Board of Peace tidak menunjukkan arah perdamaian sejati,” tegasnya.

MUI juga menegaskan bahwa dalam pandangan Islam dan nilai kemanusiaan universal, penjajahan dalam bentuk apapun adalah kezaliman yang wajib diakhiri. 

“Perdamaian sejati hanya mungkin terwujud apabila hak, martabat, dan kedaulatan rakyat Palestina dipulihkan sepenuhnya. Skema Board of Peace tidak menunjukkan arah perdamaian sejati,” tegasnya. 

[post-views]
Selaras