Media Utama Terpercaya

24 Maret 2026, 22:01
Search

Indonesia Ditarget Punya Pabrik Mobil Sendiri, Prabowo: Jangan Hanya Jadi Pasar

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Prabowo Subianto
Prabowo Subianto. [Foto: Youtube Prabowo Subianto]

Jakarta, mu4.co.id – Presiden Prabowo Subianto berencana mendorong Indonesia memiliki pabrik mobil sendiri, mengingat selama ini dinilai lebih banyak berperan sebagai pasar bagi merek luar negeri. Saat ini, industri otomotif nasional didominasi brand dari Jepang, Korea Selatan, Eropa, hingga China.

Berdasarkan data Gabungan Industri kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), merek lokal yang ada baru Polytron, namun belum memiliki pabrik sendiri dan masih melakukan perakitan melalui pihak lain, yakni PT Handal Indonesia Motor.

Ke depan, Prabowo menargetkan pembangunan pabrik mobil nasional dengan mengolah bahan mentah di dalam negeri, agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain utama di industri otomotif.

Baca Juga: Garap Kendaraan Listrik Nasional, Pabrik Mobil Korsel Kolaborasi Bersama PT Pindad

“Saya akan buka pabrik mobil. Kenapa kita jadi pasar mobilnya orang lain? Kenapa? karena will,” tutur Prabowo dalam tayangan Youtube ‘Presiden Prabowo Menjawab!!!’ yang dibagikan akun Prabowo Subianto, dikutip pada Selasa (24/3).

Menurut Prabowo, Indonesia memiliki sumber daya alam yang selama ini diekspor ke negara produsen otomotif seperti Jepang dan Korea, padahal seharusnya dapat dimanfaatkan untuk membangun industri dan pabrik mobil sendiri di dalam negeri.

“Dengan segala hormat, Korea, sumber alam Korea apa? Coba periksa, kita punya sumber alam semua untuk bikin mobil, tapi dia puluhan tahun lebih dulu dari kita bikin mobil. Kita punya timah, kita punya bauksit, bauksit untuk alumina, diolah menjadi aluminium, aluminium jadi mobil. Tapi kita nggak bikin, processing aluminium bauksit. Jepang tidak punya bauksit, dia bikin mobil terhebat,” tutur Prabowo.

Prabowo menargetkan Indonesia bisa memproduksi mobil sendiri dalam tiga tahun, dan menyebut proyek tersebut sudah mulai berjalan sejak disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 20 Oktober 2025.

(Detik Oto)

[post-views]
Selaras