Media Utama Terpercaya

24 Februari 2026, 12:31
Search

Indonesia dan Freeport-McMoRan Perpanjang Kerjasama Hingga 2061, Investasi Saham Negara Naik

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Indonesia dan Freeport-McMoRan Perpanjang Kerjasama
Indonesia dan Freeport-McMoRan Perpanjang Kerjasama [Foto:bbc.com]

Jakarta, mu4.co.id – Pemerintah Indonesia resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Perusahaan asal AS, Freeport-McMoRan, memperpanjang Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PT Freeport Indonesia (PTFI) di tambang Grasberg, Papua hingga 2061.

Diketahui, penandatanganan tersebut dilakukan menyusul pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump di Washington, D.C., pada 19 Februari 2026 lalu, yang juga mencakup berbagai kerja sama di sektor mineral kritis.

Melalui kesepakatan itu, Indonesia akan menambah porsi kepemilikan saham sebesar 12% tanpa biaya sehingga total saham di PTFI meningkat menjadi 63% pada 2041.

“Di dalam perpanjangan 2041 nantinya, diharapkan pendapatan negara harus jauh lebih tinggi ketimbang pendapatan negara yang ada sekarang ini, termasuk royalti dan pajak-pajak lain khususnya emas,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, Jumat (20/02/2026).

Baca juga: Tambang Yang Masuk Kawasan Hutan, Bakal Didenda Hingga Rp6,5 Miliar per Hektare!

Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan dengan porsi saham yang saat ini berada di angka 51% melalui holding MIND ID, transisi menuju 63% pada 2041 akan memperkuat kendali negara atas salah satu tambang tembaga dan emas terbesar di dunia tersebut.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani menambahkan bahwa perpanjangan izin operasional itu juga akan dibarengi dengan komitmen investasi dari pihak Freeport, dengan mengucurkan dana kurang lebih USD20 miliar untuk pengembangan tambang dalam 20 tahun ke depan, yang diproyeksikan memberikan multiplier effect bagi ekonomi nasional.

Dalam naskah MoU yang diteken oleh Rosan Roeslani, CEO Freeport-McMoRan Kathleen Quirk, serta Presiden Direktur PTFI Tony Wenas, disepakati bahwa kepemilikan Freeport-McMoRan di PTFI akan menyusut menjadi sekitar 37% mulai 2042. Adapun kesepakatan ini bagian dari 11 nota kesepahaman senilai total USD38,4 miliar yang diteken selama kunjungan kerja Presiden Prabowo ke AS. Proyek Grasberg diproyeksikan mampu menghasilkan pendapatan tahunan mencapai USD10 miliar.

(sindonews.com)

[post-views]
Selaras