Media Utama Terpercaya

26 Januari 2026, 16:06
Search

Indonesia Bersama Negara Muslim Lainnya Gabung Dewan Perdamaian Bentukan Trump. Ini Tujuannya!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Indonesia Bersama Negara Muslim Lainnya Gabung Dewan Perdamaian Bentukan Trump
Indonesia Bersama Negara Muslim Lainnya Gabung Dewan Perdamaian Bentukan Trump [Foto: Instagram @prabowo]

Jakarta, mu4.co.id – Sebanyak delapan negara mayoritas Muslim, termasuk Arab Saudi, mediator Gaza Qatar, Turki, termasuk Indonesia setuju bergabung dengan Dewan Perdamaian yang dibentuk Presiden AS Donald Trump. Hal itu diumumkan resmi oleh akun X Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Dalam pernyataannya, Kemlu menyebut Indonesia dan negara muslim lainnya menyambut baik undangan untuk bergabung ke Dewan Perdamaian yang bertujuan untuk mengakhiri konflik Gaza.

“Menteri Luar Negeri Republik Turki, Republik Arab Mesir, Kerajaan Hashemite Yordania, Republik Indonesia, Republik Islam Pakistan, Negara Qatar, Kerajaan Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab menyambut baik undangan yang disampaikan kepada para pemimpin mereka oleh Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian,” tulis Kemlu RI, Kamis (22/01/2026).

“Para Menteri menegaskan kembali dukungan negara mereka terhadap upaya perdamaian yang dipimpin oleh Presiden Trump, dan menegaskan kembali komitmen negara mereka untuk mendukung pelaksanaan misi Dewan Perdamaian sebagai pemerintahan transisi, sebagaimana diuraikan dalam Rencana Komprehensif untuk mengakhiri konflik Gaza,” sambungnya.

Baca juga: Negara-Negara Bersikap Hati-hati soal Ajakan Dewan Perdamaian Trump yang Dinilai Saingi PBB

Pengumuman itu juga disampaikan dalam pernyataan bersama Kementerian Luar Negeri Arab Saudi bersama para menteri luar negeri lain yang tergabung Dewan Perdamaian tersebut.

Di samping itu, dewan yang awalnya dimaksudkan untuk mengawasi pembangunan kembali Gaza tersebut nampaknya tidak hanya membatasi perannya pada Jalur Gaza, tetapi juga ingin menyaingi Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang kemudian memicu kemarahan beberapa sekutu AS termasuk Prancis, yang mengindikasikan tidak akan bergabung dengan dewan tersebut.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menerima undangan bergabung Dewan Perdamaian tersebut. Namun, ia keberatan dengan dimasukkannya Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan dan diplomat Qatar Ali Al-Thawadi dalam “Dewan Eksekutif Gaza” yang beroperasi di bawah badan tersebut.
(detik.com)

[post-views]
Selaras