Jakarta, mu4.co.id – Sebanyak 1.000 ton beras khusus dari Amerika Serikat akan diimpor pemerintah dalam skema Agreement of Reciprocal Trade (ART). Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan beras yang didatangkan merupakan jenis khusus seperti beras Jepang, dan bukan untuk konsumsi sehari-hari masyarakat.
“Oh yang beras, itu mengenai beras khusus. Seperti Jepang gitu, ada beras Jepang, disebut beras khusus. Nah kalau beras khusus, ada juga beras buat orang yang kena gula gitu. Kita yang jelas bukan beras yang buat makanan kita,” ungkap Zulkifli Hasan dikutip dari Metro Tv, Kamis (5/3).
Ia menyebut impor beras khusus sudah lama dilakukan, termasuk melalui kerja sama dengan Jepang untuk memenuhi kebutuhan restoran Jepang yang memerlukan varietas tertentu dan tidak diproduksi massal di dalam negeri.
Baca Juga: Indonesia Setujui Impor Beras dan Ayam dari AS, Bagian Kesepakatan Dagang Prabowo–Trump
Menanggapi alasan tidak diproduksi di dalam negeri, Zulkifli Hasan mengakui faktor harga menjadi pertimbangan karena harga beras tersebut bisa di atas Rp100 ribu per kilogram dan pasarnya terbatas.
Ia menegaskan impor beras khusus bukan karena produksi dalam negeri tidak mampu, melainkan karena pasarnya sangat spesifik dan harganya yang tinggi.
Pemerintah juga memastikan impor 1.000 ton beras dari AS tidak akan mengganggu pasar nasional karena diperuntukkan bagi kebutuhan khusus, bukan menggantikan beras konsumsi utama masyarakat.
(Metro Tv)









![Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji [HIMPUH], Muhammad Firman Taufik](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_6829-300x199.webp)


![Ayatollah Alireza Alafi [kiri], Masoud Pareshkian [tengah], Gholam-Hossein Mohseni-Eje'i [kanan]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/03/FB23B730-75E6-4460-B829-471706E433A0-2048x1365-1-300x200.jpeg)