Jakarta, mu4.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 630,77 poin atau 10,76% ke 5.233 pada akhir perdagangan sesi I pada, Jumat (16/10/2026).
Diketahui, sebanyak 14 saham naik, 771 saham turun dan 3 saham stagnan. Seluruh indeks sektoral kompak melemah, mengikuti pelemahan IHSG.
Indeks sektoral dengan pelemahan terdalam adalah sektor barang baku yang anjlok 12,96%, sektor energi melorot 12,21% sektor infrastruktur yang melemah 12,13%. Adapun total volume perdagangan saham di bursa hingga sesi I hari ini mencapai 38,69 miliar saham, dengan total nilai Rp 17,33 triliun.
Baca juga: Waketum MUI Soroti Wakaf Masjid Istiqlal di Saham: Sangat Berisiko
Kondisi tersebut merupakan level terendah bursa saham Indonesia dalam 6 tahun terakhir (sejak masa pandemi 2020), dengan kepanikan pasar yang membuat nilai kapitalisasi pasar (market cap) bursa menguap hingga Rp1.544 triliun dalam sepekan.
Bahkan, Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat menghentikan sementara perdagangan saham (trading halt) pada awal sesi. Tekanan terjadi setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) penyedia indeks global, memulai konsultasi atas usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari kategori pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market).
IHGS sendiri merupakan indeks pasar yang mengukur kinerja dan pergerakan seluruh harga saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), yang berfungsi sebagai termometer atau barometer untuk melihat kondisi kesehatan pasar modal serta perekonomian Indonesia.
(tribunnews.com)














