Media Berkemajuan

25 Juni 2024, 20:31

Husnul Khotimah Dalam Pandangan Al Qur’an dan Sunnah

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Ust. H. Mas'udi, HS

Banjarmasin, mu4.co.id — Selasa (13/9/2022), Ustaz H. Mas’udi, HS. mengisi kajian rutin di Masjid Al-Jihad Banjarmasin. Ceramah ini dapat disaksikan langsung atau melalui Youtube AL JIHAD TV dan saluran radio Al-Jihad. Pada kajian kali ini, beliau membahas tentang bagaimana Husnul Khatimah dalam Pandangan Al Qur’an dan Sunnah.

Al Baqi artinya Allah maha kekal. Dia tidak akan mati dan tidak akan binasa. Berbeda dengan manusia yang fana, bisa meninggal kapan saja. Nabi Muhammad SAW pun hanyalah manusia biasa. Seperti yang disebutkan Allah dalam surah Surat Al-Anbiya Ayat 34, yang berarti: “Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad); maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?”

Akhir pasti datang kepada setiap manusia melalui jalan berbeda-beda dan tak terduga. Kematian itu sendiri terbagi menjadi 2, yaitu husnul khatimah dan su’ul khatimah. Husnul khatimah berarti akhir terbaik, sedangkan su’ul khatimah adalah kematian yang buruk.

Ustaz H. Mas’udi, HS. mengatakan, penyebab besar seseorang meninggal dalam keadaan su’ul khatimah adalah karena aqidahnya rusak serta melanggar sesuatu yang disunnahkan Nabi Muhammad SAW. Selain itu, menganggap remeh dosa dan terus menerus mengulanginya juga penyebab mati dalam su’ul khatimah.

“Kita berpikir hari ini bahwa orang yang meninggal saat shalat, membaca Al-Quran, atau dalam peperangan disebut husnul khatimah. Yang saya sebutkan tadi itu tanda-tanda husnul khatimah. Tetapi, arti husnul khatimah itu sendiri lebih luas,” jelas Ustaz H. Mas’udi, HS penuh semangat. Dia mengatakan untuk mendapatkan husnul khatimah tidak harus berada di dalam peperangan.

Mengucapkan kalimat syahadat saat akan meninggal termasuk tanda husnul khatimah. Nabi SAW bersabda dari riwayat Muádz bin Jabal RA: Barang siapa yang di akhir hayatnya mengucapkan ‘la ilaha illallah’ (tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah, kecuali Allah SWT), maka ia masuk surga. (HR Abu Dawud).

Salah satu sahabat Nabi, Buraidah bin Hushaib RA, mengunjungi saudaranya yang sakit. Sampai di sana, dia sempat menyaksikan sendiri kematian saudaranya. Saat menghadapi jenazah, ia melihat ada keringat di dahi saudaranya. Setelah itu ia berkata, “Allahuakbar! Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Meninggalnya seorang mukmin ditandai dengan keringat di dahinya.” (HR Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibn Majah).

“Semoga kita semuanya husnul khatimah. Mendapatkan kematian yang terbaik. Kematian yang menjadikan kebahagiaan di akhirat nanti,” tutup Ustaz H. Mas’udi, HS. sambil berdoa di akhir ceramahnya.

Reporter: Maulidya Firyanda Sulaiman.

[post-views]
Selaras
error: Content is protected !!