Media Utama Terpercaya

6 April 2026, 22:14
Search

Harga Bensin Hong Kong Termahal di Dunia! Tembus Rp70 Ribu per Liter!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Harga Bensin Hong Kong Termahal di Dunia
Harga Bensin Hong Kong Termahal di Dunia [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]

Hong Kong, mu4.co.id – Kota semi-otonom di bawah China, Hong Kong mencatatkan harga bensin tertinggi di dunia, akibat lonjakan harga energi global imbas perang di Timur Tengah.

Penduduk Hong Kong saat ini harus membayar bensin setara RON 95 US$4,106 per liter atau sekitar Rp70.000, menjadikannya bahan bakar termahal secara global. Kenaikan ini sangat terasa bagi Hong Kong dan ekonomi Asia lain yang sangat bergantung pada energi dari Timur Tengah.

Berdasarkan data Departemen Transportasi Hong Kong, para ekonom memperingatkan harga bensin yang sangat tinggi dapat memicu inflasi dan meningkatkan biaya logistik yang pada akhirnya merambat ke sektor lain.

Pemimpin kota, John Lee menyampaikan kekhawatiran atas lonjakan harga minyak dan berjanji memantau fluktuasi harga secara ketat. Meski demikian, untuk saat ini, pasokan energi kota disebut tetap aman karena Hong Kong memperoleh sekitar 80% produk minyaknya dari daratan China.

“Dengan keuntungan memiliki dukungan kuat dari tanah air, Hong Kong mampu mempertahankan pasokan energi yang stabil di tengah kekurangan energi di banyak wilayah dan kota di seluruh dunia,” kata John Lee, Sabtu (04/04/2026).

Baca juga: Harga Minyak Dunia Melonjak Capai US$140, Tertinggi Sejak 2008!

Di samping itu, media lokal juga melaporkan beberapa hari terakhir makin banyak pemilik kendaraan memilih mengisi bahan bakar di daratan China, di mana harga bensin bisa hanya sepertiga dari harga di Hong Kong.

Seorang konsultan komersial independen yang mengendarai mobil hatchback kompak, Jason Kan mengatakan biaya pengisian bahan bakar meningkat 15% bahkan dengan diskon keanggotaan.

“Kenaikan 15% jelas berdampak besar, karena harga bahan bakar di Hong Kong sudah dimulai dari basis yang sangat tinggi, menyumbang porsi yang relatif besar dari pendapatan rata-rata penduduk Hong Kong, terutama dibandingkan dengan Taiwan dan Jepang. Ini bisa membebani ekonomi Hong Kong secara signifikan,” katanya.

Seorang pengemudi pengantar makanan, Liu juga mengeluhkan kenaikan harga bahan bakar tersebut yang membuat pekerjaannya dengan sepeda motor menjadi kurang menguntungkan.

“Harga minyak untuk mengantar makanan meningkat tetapi bayaran tidak,” katanya.
(cnbcindonesia.com)

[post-views]
Selaras