Jakarta, mu4.co.id – Harga rata-rata avtur global melonjak 82,8% dalam sebulan terakhir, meningkatkan tekanan biaya bagi maskapai.
Menurut Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), harga tersebut juga naik 11,2% secara mingguan hingga mencapai USD175 (atau Rp2,7 juta – Rp2,8 juta) per barel pada periode terbaru.
Dilansir dari SindoNews pada Kamis (19/3), data berlisensi S&P Global Energy ini mencerminkan harga rata-rata kilang avtur. Secara tahunan, harganya melonjak 94,4%, setelah sebelumnya naik 58,4% secara mingguan, menunjukkan pergerakan pasar yang sangat cepat.
Baca Juga: Dampak Konflik AS–Israel dan Iran, Harga Tiket Pesawat Jeddah–Jakarta Melonjak Naik!
Kenaikan tajam ini diperkirakan menekan margin maskapai, mengingat bahan bakar merupakan salah satu biaya terbesar.
IATA menilai lonjakan mendadak lebih berdampak dibanding harga tinggi yang stabil karena maskapai memiliki waktu terbatas untuk menyesuaikan tarif dan strategi.
Lonjakan harga ini terjadi di tengah gangguan akibat konflik Timur Tengah, seperti pengalihan rute, penghentian layanan, dan meningkatnya biaya operasional maskapai.
(SindoNews)











![Sekretaris Jenderal [Sekjen] Kementerian Haji dan Umrah, Teguh Dwi Nugroho](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/03/d900f97a-9418-4069-818a-ebe3086ad986-1768806504715-300x200.jpeg)



