Sleman, mu4.co.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan akan memperbaiki tata kelola dapur Makan Bergizi Gratis atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), menyusul kasus keracunan di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Dalam sebulan terakhir, insiden serupa sudah tiga kali terjadi di DIY dan menimpa lebih dari 1.000 siswa program MBG tersebut.
“Perbaikan tata kelola SPPG,” ujar Dadan saat dihubungi media, dikutip dari Kompas, Jum’at (29/8).
Baca Juga: Tempat Makan MBG Impor dari China Diduga Mengandung Minyak Babi. BGN Buka Suara!
Kasus terbaru terjadi di SMPN 3 Berbah, Sleman, dengan 137 siswa mengalami gejala keracunan setelah menyantap MBG.
Sebelumnya, insiden serupa menimpa 379 siswa dari empat SMP di daerah Mlati, Sleman, dengan 18 di antaranya dirawat inap. Uji laboratorium menemukan cemaran tiga jenis bakteri pada sampel makanan.
Selain itu, di Kulon Progo, keracunan massal MBG pada akhir Juli menimpa 497 siswa dari dua sekolah dasar dan dua sekolah menengah pertama. Hanya satu siswa yang sempat dirawat inap di RSUD Wates selama dua malam. Dinas Kesehatan setempat masih memastikan penyebab keracunan makanan tersebut.
Baca Juga: Anggaran MBG Tahun 2026 Naik Nyaris 100%, Segini Nominalnya!
Dadan Hindayana menegaskan operasional MBG terus diperbaiki dan kepastian penyebab diserahkan pada instansi terkait, “Proses operasionalnya yang ditingkatkan terus menerus,” ujarnya.
Aktivis Desak Izin SPPG Dicabut
Jogja Corruption Watch (JCW) mendesak BGN mencabut izin operasional SPPG yang dinilai lalai. Deputi JCW, Baharuddin Kamba, menilai langkah ini perlu karena penyedia jasa tersebut terbukti abai, termasuk pada kasus keracunan terbaru di Sleman.
“Dengan kembali terjadinya kasus keracunan massal di Kabupaten Sleman ini ditengarai pihak SPPG sebagai penyedia jasa diduga lalai dalam hal penyediaan MBG yang kali ini menimpa ratusan guru dan siswa SMP Negeri 3 Berbah, Sleman, DIY,” ujar Kamba.
(Kompas)