Aceh, mu4.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menawarkan beasiswa kepada 2.000 mahasiswa Aceh yang ingin melanjutkan pendidikan. Hal itu disampaikan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud ketika melakukan kunjungan ke Aceh pada Jum’at (2/1).
Rombongan Kaltim yang hadir dalam kunjungan tersebut antara lain Ketua TP PKK Kaltim, Hj Sarifah Suraidah Harum, Kepala Dinas Kominfo Muhammad Faisal, Kepala BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan, Kepala Biro Kesra Dasmiah, serta sejumlah staf pendamping.
Pada kesempatan tersebut, Ia juga menyerahkan bantuan kemanusiaan dari masyarakat Kaltim sebesar Rp1,5 miliar dan menurunkan beberapa tim relawan ke daerah terdampak untuk membantu di lapangan.
“Kami berharap Aceh dapat segera pulih dan bangkit seperti sedia kala. Masyarakat Kalimantan Timur ikut merasakan duka yang dialami saudara-saudara kami di Aceh,” ujarnya dilansir dari serambinews, Kamis (8/1).
Bantuan ini merupakan bantuan yang ketiga dari Kaltim. Sebelumnya, Pemprov Kaltim sudah menyerahkan Rp7,5 miliar dari APBD untuk tiga provinsi bencana yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, dan bantuan kemanusiaan melalui relawan yang dikoordinir oleh BPBD Kaltim.
“Ini bantuan ketiga dari Kaltim. Dulu Rp 7,5 miliar, kini ditambah lagi Rp 1,5 miliar. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kaltim. Insha Allah bantuan ini akan kami salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Wakil Gubernur Aceh, Fadlullah, dilansir dari laman resmi kaltimprov.go.id, Kamis (8/1).

Sebelumnya Pemprov Kaltim melalui program Kaltim Peduli Bencana juga telah menyiapkan dana kemanusiaan sebesar Rp5.787.610.643 untuk membantu ketiga daerah terdampak bencana banjir tersebut.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kaltim, Dasmiah menjelaskan dana tersebut berasal dari hasil penggalangan dana melalui Surat Edaran Gubernur Kaltim Nomor 400.9.1/4745/B.KESRA-I/2025 yang menyasar perangkat daerah, BUMD, perusahaan, organisasi, hingga masyarakat Kaltim yang terkumpul sebesar Rp4.318.877.000, ditambah saldo sebelumnya Rp1.468.733.961.
Dengan skema penyaluran sebesar Rp 1,8 miliar untuk provinsi Aceh dan khusus di Kabupaten Pidie Jaya sebesar Rp 1 miliar dana tunai serta logistik senilai sekitar Rp 700 juta. Sementara itu, Sumatera Barat dan Sumatera Utara masing-masing menerima Rp 1 miliar. Besaran bantuan Aceh lebih besar karena hasil mitigasi menunjukkan dampak banjir paling parah terjadi di wilayah tersebut.
Selain itu, untuk Kabupaten Pidie Jaya turut diserahkan bantuan logistik dari Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), di mana Gubernur Kaltim menjabat sebagai ketua. Bantuan lain juga datang dari KNPI Kaltim sebesar Rp300 juta khusus pembuatan dan penyediaan air bersih.

Pemprov Kaltim berharap bantuan-bantuan tersebut menjadi wujud kepedulian dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama di Aceh serta memperkuat persaudaraan antara Kaltim dan Aceh.
(Serambinews, kaltimprov.go.id)













