Jakarta, mu4.co.id – Presiden RI, Prabowo Subianto mendorong pengelolaan sampah skala mikro di tingkat kelurahan, sehingga tidak perlu jauh-jauh dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA), kecuali sampah-sampah skala besar.
Pada gelaran sarasehan ekonomi bertajuk Indonesia Economic Outlook 2026, Prabowo mengatakan Indonesia harus berani memperbaiki semua bidang, semua sektor, termasuk kebersihan setiap desa, kecamatan, kota, kabupaten, ibu kota provinsi, hingga ibu kota negara.
Presiden juga menjelaskan sejumlah lembaga pendidikan telah mengembangkan alat-alat daur ulang sampah atau recycling, hingga alat-alat pemusnah sampah yang ramah lingkungan yang tidak merusak dan menimbulkan bau di skala-skala kecil.
“Saya minta dalam waktu sesingkat-singkatnya kita akan buktikan. Saya minta kebersihan sampah. Kita berharap ada alat-alat itu di setiap kelurahan kita, di setiap kecamatan kita, sehingga tidak perlu jauh-jauh ke TPA. Sampah diselesaikan di tingkat yang terendah. Ini kita akan laksanakan tahun ini juga,” kata Prabowo, Jumat (14/02/2026).
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Brian Yuliarto bertemu Presiden Prabowo membahas terkait pengembangan teknologi pengolahan sampah skala mikro tersebut.
Brian pun menyebut ada beberapa teknologi yang sudah berjalan dikembangkan oleh beberapa kampus, yang akan ditempatkan di berbagai kelurahan.
“Sudah banyak (kampus yang sudah memanfaatkan teknologi pengolahan sampah skala mikro). UGM, ITB, baru akan mulai, Undip sudah. Ada mungkin 20 kampus diterapkan,” katanya, Kamis (12/02/2026).
Lebih lanjut, pihaknya menyebut akan bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk memastikan bahwa teknologi-teknologi yang ada dipastikan bersih dan tidak memberikan dampak negatif pada lingkungan.
Pengembangan teknologi itu pun akan terus dipercepat. “Dalam tahun ini kita juga berharap sudah bisa diuji coba di beberapa kelurahan dan desa,” ujarnya.
(bisnis.com)













