Media Berkemajuan

26 Mei 2024, 03:57

Film Siksa Neraka Dibanned di Malaysia dan Brunei Darussalam, Ramai Komentar Netizen!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Film Siksa Neraka dilarang tayang di Malaysia dan Brunei Darussalam [Foto: instagram @siksanerakamovie]

Jakarta, mu4.co.id – Film horor thriller terbaru Indonesia garapan sutradara Anggy Umbara, yaitu Siksa Neraka dilarang diputar di Malaysia dan Brunei Darussalam.

Di Indonesia, film hasil adaptasi dari komik yang berjudul “Siksa Neraka” yang sempat populer pada tahun 1990-an itu menjadi salah satu film terlaris pada tahun 2023, yang diketahui pada penayangan hari ke-25, film itu telah mengumpulkan lebih dari 2,3 juta penonton sejak tayang pada 14 Desember.

Film ini menceritakan berbagai jenis siksaan di Neraka setelah seseorang meninggal dunia berdasarkan dosa semasa hidupnya.

Baca juga: Banjir Air Mata Ini Sinopsis Film Air Mata, di Ujung Sajadah

Adapun, larangan penayangan film yang diberi label Dewasa 17+ itu diumumkan lewat unggahan Antenna Entertainments yang merupakan distributor film Indonesia, India dan Tamil ke saluran televisi kabel dan satelit, dan bioskop Malaysia, dengan mengunggah poster film Siksa Neraka dengan tulisan “banned” di tengah poster tersebut, pada Selasa (09/01/2023).

“Bagi kalian yang menantikan ini – Siksa Neraka dilarang tayang di Malaysia dan Brunei,” tulis Antenna Entertainments.

Lantas berbagai macam dugaan para netizen pun memenuhi kolom komentar unggahan tersebut terkait dengan alasan mengapa dilarangnya penayangan film Siksa Neraka di Malaysia.

“Tak layak surga dan neraka divisualkan, sebab syurga dan neraka tak sampai akal manusia mengilustrasikan,” tulis seorang warganet.

“Banned sebab ada larangan melakonkan adegan syurga/neraka mengikut pandangan agamawan… Syurga/neraka tu jatuh dalam kategori benda ghaib; dan manusia takde siapa pun tahu keadaan sebenar dalam syurga/neraka,” kata warganet yang lain.

“Makanya menurut agamawan, tak layak manusia ni nak buat adegan syurga/neraka bimbang akan memberi salah faham kepada orang awam. Begitulah alasannya,” sambungnya.

Namun hingga kini pihak Antenna Entertainments masih belum ada keterangan lebih lanjut mengenai pemblokiran atau alasan di balik larangan tayang film tersebut.

Sumber: cnnindonesia.com

[post-views]
Selaras
error: Content is protected !!