Jakarta, mu4.co.id – Film libur Lebaran “Pelangi di Mars”, garapan Mahakarya Pictures yang dikembangkan selama lima tahun, mulai tayang di bioskop pada Rabu (18/03/2026).
Film yang menjadi menjadi salah satu tontonan anak dan keluarga itu memperkenalkan fiksi ilmiah yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberi ruang yang lebih luas lagi untuk anak-anak Indonesia berimajinasi.
“Kami ingin anak-anak Indonesia punya cerita yang bisa mereka bayangkan sendiri,” kata Produser, Dendi Reynando, Selasa (17/03/2026).
Sutradara Upie Guava menambahkan bahwa fiksi ilmiah dapat menjadi sesuatu yang efektif untuk mengajak anak melihat dunia dari sudut pandang yang lebih luas. Menurutnya, cerita yang memberi ruang imajinasi akan lebih mudah diterima dibandingkan pendekatan yang bersifat menggurui.
“Anak-anak tidak suka digurui. Mereka lebih mudah masuk lewat cerita,” sebutnya.
Baca juga: Ifan Seventeen Umumkan Rencana PFN Bangun Bioskop Milik Negara. Ini Alasannya!
Dari sisi produksi, Pelangi di Mars dibangun dengan teknologi Extended Reality (XR) dan animasi 3D di Studio DossGuavaXR. Teknologi ini digunakan untuk menghadirkan lanskap Mars yang lebih imersif, sekaligus mendukung pengalaman visual yang mendekatkan penonton pada cerita.
Kehadiran Pelangi di Mars menambah pilihan film anak lokal dengan pendekatan yang berbeda. Film fiksi ilmiah ini mencoba membuka ruang untuk anak membayangkan dunia melampaui apa yang mereka temui sehari-hari.
Pelangi di Mars sendiri dibintangi Messi Gusti bersama Lutesha, serta didukung oleh Rio Dewanto, dan Livy Renata. Sejumlah pengisi suara seperti Bimoky, Kristo Immanuel, Gilang Dirga, Vanya Rivani, dan Dimitri Arditya turut menjadi nyawa untuk karakter dalam film ini.
Pelangi di Mars mengisahkan perjalanan seorang anak Indonesia bernama Pelangi, yang merupakan anak pertama yang lahir di Mars. Dia menjalankan misi untuk membantu mengatasi krisis air bersih di Bumi. Sepanjang perjalanannya, ia perlahan belajar memahami perannya di tengah situasi yang dihadapi.
Pelangi memulai petualangan bersama robot-robot malfunction yang menjadi sahabatnya untuk menemukan Zeolit Omega, mineral langka yang dipercaya dapat menyelamatkan masa depan Bumi. Namun, dalam perjalanannya, Nerotek-korporasi raksasa yang menguasai sumber air-melakukan segala cara untuk merebut penemuan tersebut. Dunia yang berbeda, dengan lanskap asing dan kehadiran robot-robot interaktif, membuka kemungkinan bagi anak untuk membayangkan hal-hal yang belum pernah mereka temui sebelumnya.
(detik.com)













![Fasilitas produksi gas alam cair atau liquid natural gas [LNG] di Ras Laffan, Qatar](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_7521-300x200.jpeg)