Aceh Tengah, mu4.co.id – Lubang besar akibat longsor di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, terus melebar hingga memutus akses jalan dan mengancam jaringan listrik terutama tower SUTET. Hal ini membuat warga dialihkan sementara ke jalur alternatif.
Lubang terus melebar akibat proses geologi bawah permukaan dan aktivitas seismik. Jika tidak segera ditangani, longsor berpotensi merusak kebun cabai milik warga di sekitar lokasi.
Beredar kabar bahwa lubang tersebut muncul sejak awal tahun 2000-an. Namun, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah Andalika mengungkap hal tersebut belum bisa dipastikan.
“Tidak ada literasi pasti yang menjelaskan awal mula terbentuknya lubang. Beberapa sumber menjelaskan bahwa lubang kecil sudah mulai terbentuk sejak awal tahun 2000-an. Di mana pergerakan tanah terus terjadi secara bertahap sejak tahun 2004,” ungkap Andalika.
Sejak Selasa (27/1/2026), lubang makin membesar hingga menggerus badan jalan dan memicu longsoran dengan kedalaman hampir 200 meter.
Kebun cabai milik warga juga terdampak akibat longsoran yang membentuk lubang raksasa. Lubang tersebut terus melebar saat terjadi hujan ringan hingga hujan sedang.
Baca Juga: Baut Jembatan Bailey di Teupin Mane Diduga Dicuri, Gubernur Aceh Imbau Kesadaran Warga
Selain itu, jaringan SUTET yang berjarak sekitar 20 meter dari lokasi terancam roboh dan dapat mengganggu pasokan listrik.
Dilansir dari Metro Tv pada Jum’at (30/1), PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) 3B Sumatera melalui UPT Banda Aceh telah mendirikan posko pemulihan kelistrikan di sekitar menara dekat lokasi untuk mengantisipasi risiko gangguan.
Data terbaru Dinas ESDM Aceh mencatat luas longsoran telah mencapai sekitar 27.000 meter persegi dan semakin mendekati jalan lintas. Tim geologi dan geofisika ESDM Aceh sebelumnya juga pernah mengkaji lokasi ini bersama BPBD Aceh Tengah pada 2022.
Kajian menunjukkan longsoran berada pada lapisan tanah permukaan yang jenuh air, didominasi material vulkanik yang mudah meloloskan air. Pergerakan tanah di area tersebut tergolong sangat aktif dan terus berlangsung.
(Metro Tv, Suara Merdeka, Detik Sumut)













