Jakarta, mu4.co.id – Satelit Nusantara Lima (SNL) alias N5 telah sampai di orbit geostasioner Bumi, pada Kamis (29/01/2026), sejak meluncur dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, menggunakan roket Falcon 9 milik perusahaan luar angkasa paling bergengsi saat ini, SpaceX pada September 2025 lalu.
Dalam tiga bulan ke depan, satelit akan menjalani sejumlah proses uji dan diperkirakan akan siap melayani kebutuhan data digital untuk Indonesia dan sebagian Asia Tenggara mulai 1 April 2026.
Kedatangan SNL di orbit geostasioner itupun menandai selesainya satu tahapan untuk mengirimkan satelit ke luar angkasa hingga dapat beroperasi dan memberikan layanan kepada masyarakat. Orbit SNL itu terletak di atas khatulistiwa pada 113 derajat bujur timur dan di ketinggian 35.786 kilometer dari permukaan Bumi atau tepat di atas Pulau Kalimantan.
”Keberhasilan SNL mencapai orbit yang direncanakan itu menandai kesiapan teknologi satelit ini untuk memasuki tahapan berikutnya, yaitu fase pengujian,” kata Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), Adi Rahman Adiwoso di Jakarta, Kamis (29/01/2026).
Baca juga: Wujudkan Digitalisasi Merata, Kemendikdasmen Bagikan Perangkat Starlink ke Sekolah 3T!
Diketahui, satelit yang dioperasikan oleh PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) ini punya bobot 7,8 ton, yang dibekali dengan teknologi Very High Throughput Satellite (VHTS) dengan kapasitas 160 Gbps. Angka ini membuatnya menjadi satelit terbesar di Asia saat ini, dan mengukir sejarah.
Dengan kapasitas sebesar itu, internet dari Sabang sampai Merauke bisa semakin cepat, stabil, dan merata. Tidak ada lagi cerita sinyal lemot saat butuh banget koneksi. Pendidikan, layanan kesehatan jarak jauh (telemedicine), transaksi digital, sampai hiburan streaming semua bisa dinikmati dengan kualitas yang sama baiknya, tanpa peduli di kota besar ataupun di pulau kecil.
Peluncuran Satelit Nusantara Lima itupun diharapkan dapat menjadi mimpi besar Indonesia sebagai infrastruktur digital yang semakin kokoh, bukan cuma layanan internet lebih baik, tetapi juga membuka jalan buat industri baru seperti internet of things (IoT), artificial intelligence (AI), big data, sampai smart city.
(urbanvibes.id, kompas.id)














