Media Utama Terpercaya

9 Maret 2026, 22:36
Search

Dubes Iran Bantah Penutupan Selat Hormuz. Boroujerdi: Hanya Memberlakukan Protokol…

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi. [Foto: Surya Media]

Jakarta, mu4.co.id – Sejumlah media Barat melaporkan Selat Hormuz yang berada di wilayah Iran telah ditutup dengan mengutip pejabat senior Garda Revolusi Iran. Penutupan selat tersebut dinilai berisiko besar karena dapat mengganggu sekitar seperlima pasokan minyak dunia dan memicu lonjakan harga minyak.

Namun, laporan tersebut dibantah oleh Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, yang menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

“Selat Hormuz tidak ditutup, Selat Hormoz tetap terbuka, dan kami sebagai pihak yang menyelenggarakan keamanan di selat ini hanya memberlakukan protokol lalu lintas yang khusus untuk saat-saat perang,” tegas Boroujerdi pada Kamis lalu, dikutip dari IDN Times, Senin (9/3).

Baca Juga: Iran Serang Fasilitas AS di Arab Saudi Dengan Rudal Balistik, Ini Kata Menhan Saudi!

“Pihak-pihak yang memang mematuhi protokol tersebut bisa dengan mudah melewati Selat Hormuz,” jelasnya.

Mohammad Boroujerdi menyatakan bahwa Selat Hormuz telah menjadi wilayah yang dijaga keamanannya oleh Iran selama ratusan tahun. Ia menegaskan keamanan di selat tersebut berlaku untuk semua negara dan tidak boleh dimanfaatkan secara sepihak.

Menurutnya, pihak yang seharusnya khawatir terhadap situasi di Selat Hormuz adalah Amerika Serikat karena dianggap turut memicu ketegangan di kawasan Timur Tengah.

“Yang khawatir berkaitan dengan penutupan Selat Hormuz harus menanyakan kepada Amerika Serikat, yang datang dari jauh sekali ke kawasan Timur Tengah kemudian mengganggu keamanan di Selat Hormuz,” tutupnya.

Baca Juga: Iran Bentuk Dewan Kepemimpinan Sementara Pasca Ali Khamenei Tewas. Siapa Saja dan Apa Tugasnya?

Sementara itu, Pemerintah Iran juga menegaskan bahwa Selat Hormuz belum ditutup secara resmi. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh menyatakan bahwa pemerintah Iran tidak memiliki rencana langsung untuk menutup jalur strategis tersebut. Ia juga menegaskan bahwa jika keputusan itu diambil, Iran akan mengumumkannya secara resmi kepada dunia internasional.

“Kami belum menutup Selat Hormuz. Jika kami akan menutupnya, kami akan mengumumkannya… Selat itu belum ditutup oleh kami. Kami tidak berniat melakukannya sampai pemberitahuan lebih lanjut,” ungkap Khatibzadeh.

Ia menyatakan bahwa mereka memiliki hak untuk mengontrol lalu lintas di Selat Hormuz saat terjadi perang, namun hingga kini belum mengambil langkah untuk menutup jalur tersebut sepenuhnya.

(IDN Times, Tirto.id)

[post-views]
Selaras