Korea Selatan, mu4.co.id – Di tengah arus modernisasi Korea Selatan, Dr Hamid Choi Young Kil mencetak sejarah dengan menerjemahkan Al-Qur’an ke bahasa Korea untuk pertama kalinya.
Proyek hampir tujuh tahun ini membuka akses langsung umat Muslim Korea memahami kitab suci dalam bahasa mereka sendiri, sekaligus menjadi tonggak penting bagi komunitas Muslim di negeri minoritas Islam ini.
Karya tersebut mencerminkan dakwah intelektual yang menjembatani peradaban melalui ilmu, ketekunan, dan tanggung jawab ilmiah.
Baca Juga: Jepang Kembangkan Inovasi Masjid Berjalan, Indonesia Menjadi Target Produksi!
Dilansir dari Inilah.com pada Kamis (12/2), Dr Hamid sebelumnya menempuh pendidikan di Universitas Islam Madinah, saat kampus tersebut dipimpin Syekh Abdul Aziz bin Baz, yang memberi perhatian khusus karena jarangnya mahasiswa asal Korea Selatan. Ia bahkan kerap diundang ke rumah Syekh Bin Baz dan berharap Dr Hamid kelak menyebarkan Islam di negaranya.
Setelah lulus, Dr Hamid kembali ke Korea Selatan dan mengajar studi Islam serta bahasa Arab di Universitas Myongji.
Salah satu capaian terbesarnya adalah menerjemahkan Al-Qur’an ke bahasa Korea, proyek monumental yang ia selesaikan dalam waktu sekitar tujuh tahun.
Kedalaman pemahaman Al-Qur’an membuat Dr Hamid sangat teliti dalam proses penerjemahan agar pembaca di Korea Selatan tidak keliru memahami maknanya.
Selain Al-Qur’an, ia juga menerjemahkan Sahih al-Bukhari dan menulis banyak karya ilmiah yang berkontribusi pada perkembangan studi Islam di Korea Selatan yang berpenduduk minoritas Muslim.
Dr Hamid Choi juga sempat menerima Penghargaan Raja Faisal pada tahun 2023 karena Pengabdiannya kepada Islam.
(Inilah.com, Wikipedia)







![work from anywhere [WFA] menjelang dan setelah Lebaran 2026](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260212-WA0003-300x200.jpg)







