Media Utama Terpercaya

9 Maret 2026, 13:36
Search

DPR Minta Pemerintah Pertimbangkan Penundaan Haji 2026 di Tengah Eskalasi Perang AS–Israel vs Iran

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Garuda-haji
DPR Minta Pemerintah Pertimbangkan Penundaan Haji 2026 [Foto: amphuri.org]

Jakarta, mu4.co.id – Ketua Komisi VIII DPR, Marwan Dasopang, meminta pemerintah untuk segera mempertimbangkan opsi penghentian sementara keberangkatan jemaah haji 2026, terkait dengan eskalasi perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran.

Ia pun mendesak pemerintah mengeluarkan maklumat tegas mengenai situasi geopolitik Timur Tengah saat ini dinilai sudah di luar kendali. “Pemerintah harus membuat maklumat baru selain maklumat yang kemarin yang mengimbau tidak berangkat, nyatanya berangkat. Kalau sudah berangkat, langkah-langkahnya apa,” ujarnya, Jumat (06/03/2026).

Marwan menyoroti laporan ngeri soal serangan rudal yang menghantam terminal utama Bandara Internasional Dubai. Menurutnya, itu adalah bukti nyata bahwa jalur penerbangan internasional sudah masuk zona bahaya. Ia juga menilai pemerintah bisa berkaca pada masa pandemi COVID-19, di mana keselamatan masyarakat menjadi alasan saklek untuk menyetop keberangkatan ke Tanah Suci.

Baca juga: Isu Keamanan Mencuat, KJRI Pastikan Ibadah Umrah Tetap Terkendali

Namun, jika pemerintah tetap berkukuh memberangkatkan jemaah, Marwan pun meminta skenario alternatif segera disiapkan. Salah satu idenya adalah memutar rute penerbangan agar tidak melintasi wilayah konflik, yakni lewat jalur Afrika. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa mengubah rute dan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi bukan perkara gampang, terutama soal urusan hotel dan katering yang sudah kadung dibayar.

“Pemerintah kita akan dorong untuk berkoordinasi dengan semua pihak, termasuk yang tadi, kalau loss layanan yang sudah dibayar itu ada penerbangan, ada hotel, ada konsumsi, kemudian ada Masyair yang di Armuzna,” ujar Marwan.

Selain itu, perubahan skenario perjalanan itu juga dipastikan bakal mencekik keuangan haji. “Karena itu akan berat sekali dari sisi keuangan haji tahun depan berangkat, tentu jemaah yang sekarang berangkat, sementara uangnya sudah habis, itu pemerintah harus berhasil meyakinkan berbagai pihak,” imbuhnya.
(inilah.com)

[post-views]
Selaras