Jakarta, mu4.co.id – Ketua DPR RI Puan Maharani mempertanyakan Surat Telegram yang dikeluarkan oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto terkait status siaga 1 karena respons antisipatif terhadap perang Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. Melalui Komisi I DPR, Puan mengatakan pihaknya akan memanggil Panglima TNI untuk menyampaikan alasan penerapan status Siaga 1 ini.
“Terkait dengan Siaga 1, kami akan meminta Komisi terkait untuk menanyakan kepada TNI terkait hal tersebut,” ujarnya dilansir dari CNN Indonesia, Rabu (11/3).
Baca juga: Panglima TNI Tetapkan Siaga 1 untuk Seluruh Prajurit, Ini 7 Perintahnya!
Menurutnya, memang sudah tugas dan tanggung jawab aparat penegak hukum dan TNI untuk menjaga situasi pertahanan dan keamanan dalam negeri. Sehingga perlu ada alasan terkait urgensi surat penetapan Siaga 1 tersebut.
“Kalau kemudian sampai ada keluar surat seperti itu dalam situasi seperti ini mungkin apakah itu diperlukan atau tidak. Lebih baik TNI memberikan penjelasan yang konkret atau jelas nanti akan ditanyakan melalui komisi terkait,” ucapnya.
Baca juga: Indonesia Siap Kirim 8.000 TNI ke Gaza, Jadi Negara Pertama Gabung Pasukan Perdamaian
Instruksi terkait status Siaga 1 ini tertuang dalam Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 yang ditandatangani oleh Asisten Operasi Panglima TNI Letjen Bobby Rinal Makmun pada 1 Maret 2026. Surat tersbut berisi tujuh instruksi agar jajaran siap siaga menyiapkan langkah strategis jika eskalasi terjadi di dalam negeri akibat perang AS dan Israel dengan Iran tidak mereda.
Selain itu, Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI juga diminta untuk memerintahkan atase pertahanan RI di negara-negara terdampak konflik untuk mendata dan memetakan kondisi warga negara Indonesia (WNI), serta menyiapkan rencana evakuasi apabila diperlukan. BAIS juga diminta agar berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, KBRI dan otoritas terkait sesuai eskalasi di kawasan Timur Tengah.
(CNN Indonesia)












