Jakarta, mu4.co.id – Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyatakan telah mengundurkan diri dari jabatannya sekaligus mengajukan pensiun dini. Dalam pernyataan tertulis Sabtu (14/2), ia juga meminta media tidak lagi mencantumkan jabatan strukturalnya dalam pemberitaan ke depan.
“Melalui pesan ini, saya ingin menyampaikan bahwa saya telah mengajukan pengunduran diri dari jabatan Direktur Gempa bumi dan Tsunami, sekaligus mengajukan pensiun dini dari BMKG,” ungkap Daryono dikutip dari CNBC, Senin (16/2).
Daryono menyebut keputusan pensiun dini diambil karena alasan kesehatan. Ia mengaku tengah mengalami gangguan penglihatan yang membutuhkan penanganan medis intensif.
Baca Juga: BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas dan Terik Landa Kalsel, Apa Sebabnya?
“Saya saat ini sedang sakit mata yang disebut distrofi kornea dan sedang dalam perawatan dan penanganan sehingga cuti dinas, kemudian lanjut pensiun dini. Saya sampai 1 Mei masih pegawai BMKG,” ujarnya.
Meski mundur dari jabatan birokrasi, Daryono menegaskan tetap mengabdi di bidang keilmuan. Pakar kebencanaan ini berkomitmen terus memberikan edukasi ilmiah kepada masyarakat, didorong tanggung jawab moral sebagai ahli di negara rawan bencana, dan tetap berkontribusi dalam isu kebencanaan.
“Saya memiliki tanggungjawab keilmuan (Scientific Responsibility), tanggungjawab edukasi (Educational Responsibility) dan tanggungjawab moral (Moral Responsibility) di negeri yang rawan bencana ini,” ungkap Daryono.
Baca Juga: Perangkat Desa Ramai-Ramai Mengundurkan Diri dan Beralih Jadi Pekerja MBG. Ini Alasannya!
“Insya Allah, hingga nantinya saya memiliki afiliasi institusi yang baru dan kredibel, saya akan tetap konsisten berkontribusi sebagai ahli dan edukator publik di bidang kebencanaan, dengan tetap menjunjung tinggi objektivitas ilmiah, integritas, dan kepentingan keselamatan masyarakat.” imbuhnya.
Di akhir pernyataannya, Daryono mengucapkan terima kasih atas kerja sama dengan media. Ia juga menyinggung sisi personal dengan menyampaikan kecintaannya pada profesi seismolog yang telah lama digelutinya.
“Bagian favorit saya sebagai seorang seismolog adalah menjadi orang yang selalu ditanya teman dan keluarga tentang gempa bumi. Itu benar-benar yang terbaik! Demikian yang dapat saya sampaikan. Terima kasih atas kerja sama, kepercayaan, dan sinergi yang selama ini telah terjalin dengan sangat baik,” tutupnya.
(CNBC)













