Media Utama Terpercaya

4 April 2026, 23:21
Search

Di Tengah Gejolak Global, Biaya Penerbangan Haji Berpotensi Naik?

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Biaya Penerbangan Haji Berpotensi Naik
Kemenhaj pastikan persiapan haji 2026 di tengah gejolak global baik transportasi dan logistik. [Foto: Kemenhaj)

Jakarta, mu4.co.id – Potensi kenaikan biaya penerbangan haji mulai menjadi perhatian di tengah gejolak harga energi global. Namun, pemerintah Indonesia memastikan jamaah yang telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tidak akan terdampak oleh kemungkinan kenaikan tersebut.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan bahwa pemerintah telah mengantisipasi lonjakan harga avtur yang berpotensi memengaruhi biaya operasional penerbangan haji.

“Terkait dengan kenaikan harga avtur penerbangan baik dari pihak Saudi dan kita, sama-sama masih bisa mengendalikan dengan baik, yang jelas dari sisi pemerintah Indonesia tidak akan membebankan kepada jamaah haji Indonesia,” ujarnya dilansir dari republika, Sabtu (4/4).

Baca juga: Haji 2026 Tetap Aman! Arab Saudi Pastikan Stabil Meski Konflik Timur Tengah Memanas

Pernyataan itu disampaikan usai pertemuan dengan Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Abdulfattah bin Sulaiman Mashat, di Madinah, Ahad (29/3). Pertemuan tersebut membahas kesiapan penyelenggaraan haji 2026 di tengah dinamika global, khususnya terkait sektor energi.

Selain transportasi, pemerintah juga memberi perhatian pada kesiapan logistik, terutama pasokan makanan bagi jamaah Indonesia selama berada di Tanah Suci. Dahnil mengungkapkan bahwa pihaknya telah memastikan langsung kesiapan tersebut kepada otoritas Arab Saudi.

“Saya mengonfirmasi atensi tersebut kepada pemerintah Saudi dan otoritas terkait di Saudi, pihak Saudi menyatakan tidak ada masalah dengan ketersediaan pangan selama musim haji nanti, dan sampai beberapa bulan ke depan semoga eskalasi konflik menurun,” kata Dahnil.

Baca juga: Calon Jemaah Wajib Tahu, Ini Jadwal Lengkap Rangkaian Haji 2026 dari Berangkat hingga Pulang!

Ia menegaskan, keselamatan dan kenyamanan jamaah menjadi prioritas utama, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini mencakup keamanan penerbangan serta ketersediaan kebutuhan dasar selama ibadah berlangsung. Bahkan, pemerintah mendorong penyediaan cadangan logistik hingga tiga bulan, termasuk makanan siap saji sebagai langkah antisipasi kondisi darurat.

“Keselamatan jamaah menjadi prioritas utama, terutama terkait keamanan penerbangan dan ketersediaan logistik pangan,” ucap Dahnil dilansir dari laman resmi Kemenhaj, Sabtu (4/4).

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap pelaksanaan ibadah haji tetap berjalan lancar dan aman meskipun dihadapkan pada tantangan global.

(Republika, Kemenhaj)

[post-views]
Selaras