Washington, mu4.co.id – Ribuan demonstran berkumpul di seluruh Amerika Serikat (AS) untuk menentang Presiden Donald Trump. Mereka melampiaskan kemarahan atas gaya pemerintahan Trump yang dinilai otoriter, kebijakan imigrasi garis kerasnya, dan perang dengan Iran, Sabtu (28/03/2026).
Demonstrasi bertajuk “No Kings” tersebut dilaporkan setidaknya diikuti lebih dari 8 juta orang yang berkumpul di lebih dari 3.300 acara di seluruh 50 negara bagian dari kota-kota besar hingga kota-kota kecil. Hal itupun menjadikannya termasuk di antara sembilan demonstrasi terbesar dalam sejarah AS, berdasarkan laporan The Guardian, Senin (30/03/2026).
Di New York, kota terpadat di AS, puluhan ribu demonstran berkumpul, termasuk aktor peraih Oscar Robert De Niro, seorang kritikus Trump yang sering yang menyebut presiden itu sebagai ancaman eksistensial bagi kebebasan dan keamanan. Aksi protes berlangsung dari Atlanta hingga San Diego, dengan warga Alaska bergabung kemudian pada hari itu.
“Tidak ada negara yang dapat memerintah tanpa persetujuan rakyat. Kami berada di sini karena kami merasa Konstitusi sedang terancam dalam berbagai cara. Keadaan tidak normal. Keadaan tidak baik-baik saja,” kata veteran militer berusia 36 tahun, Marc McCaughey.
Baca juga: Demo di Nepal Chaos Hingga Gedung Parlemen Dibakar. Bagaimana Kronologinya?
Sementara itu, Di ibu kota AS, Washington, ribuan peserta pawai yang membawa spanduk bertuliskan “Trump Harus Mundur Sekarang!” dan “Lawan Fasisme” membanjiri National Mall.
“Dia terus berbohong dan berbohong dan berbohong dan berbohong, dan tidak ada yang mengatakan apa pun. Jadi ini situasi yang mengerikan yang kita alami,” kata Robert Pavosevich, seorang pensiunan berusia 67 tahun.
Adapun berikut tuntutan utama Demo “No Kings”:
- Menolak apa yang dianggap sebagai kecenderungan otoritarian pemerintahan Donald Trump
- Menghentikan perang AS melawan Iran
- Reformasi kebijakan imigrasi terkait tindakan keras Badan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE)
- Perlindungan hak pilih dan demokrasi
- Perbaikan masalah ekonomi dan ketimpangan Demonstrasi ini unik karena terjadi serentak di seluruh 50 negara bagian AS. Selain itu, demo melibatkan berbagai kelompok, seperti aktivis, selebritas, hingga komunitas agama.
Selain Demo “No Kings”, berikut daftar 9 demonstrasi terbesar dalam sejarah AS:
- Demo “No Kings” (2026), diikuti lebih dari 8 juta peserta
- Black Lives Matter (2020), diikuti estimasi 15–26 juta demonstran
- Women’s March (2017), diikuti jutaan perempuan
- Earth Day (1970), diikuti sekitar 20 juta orang
- March on Washington (1963), dihadiri sekitar 250.000 orang
- Million Man March (1995), dihadiri antara ratusan ribu hingga lebih dari 1 juta orang
- Anti–Vietnam War Protests (1969–1970), diikuti ratusan ribu hingga jutaan orang
- Occupy Wall Street (2011), diikuti ribuan hingga puluhan ribu orang
- March for Our Lives (2018), diikuti hingga 2 juta orang
(sindonews.com, kompas.com)





![Iran Siap Kenakan Tarif Kapal di Selat Hormuz [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260323-WA0001-300x200.jpg)






