Banjarmasin, mu4.co.id – Rencana pembangunan rel kereta api di Kalimantan Selatan kembali mencuat setelah lama tak terdengar. Anggota Komisi V DPR RI asal Kalsel, Syaifullah Tamliha, menyebut rute jalur kemungkinan akan berubah menyesuaikan permintaan calon investor.
Ia menjelaskan, rencana jalur kereta api yang semula menghubungkan Tabalong dan Banjarmasin kini diusulkan sebagian pihak untuk dialihkan dari Tabalong menuju Tanah Laut. Ia menyebut alasan usulan tersebut karena di kawasan Jorong terdapat pelabuhan laut dalam.
“Sehingga kapal tidak tergantung lagi pada pasang surut muara Sungai Barito. Seperti di Pelabuhan Trisakti,” jelas Syaifullah dikutip dari Prokal.co, Selasa (7/4).
Ia menilai distribusi barang dari Kalimantan Selatan ke daerah lain akan lebih lancar jika kapal tidak lagi bergantung pada pasang surut sungai.
Pelabuhan tersebut juga diproyeksikan menjadi penyangga Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kalsel Ariadi Noor mengatakan hasil diskusi dengan Kementerian Perhubungan menunjukkan usulan perubahan rute menuju kawasan industri masih dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat.
Namun, perubahan rute membutuhkan kajian serta data lebih rinci. Berbeda dengan dua rencana awal, yakni rute menuju Palangkaraya serta jalur Tanah Grogot–Batulicin–Banjarmasin yang sebelumnya sudah lebih dulu direncanakan.
“Sehingga apabila ada perubahan trase (rute), maka membutuhkan kajian lagi. Lagi pula, jalur ke Jorong sudah ada di dalam di trase Banjarmasin-Batulicin-Tanah Grogot, jadi memang jalurnya sudah sampai ke sana,” jelas Ariadi.
Pembangunan kereta api direncanakan menggunakan skema kerjasama pemerintah dan badan usaha. Usulan proyek sudah diajukan Kementerian Perhubungan ke Kementerian Keuangan, namun belum ada keputusan untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
(Prokal.co)












