Jakarta, mu4.co.id – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menyoroti lonjakan harga tiket pesawat bagi jemaah umrah asal Indonesia akibat eskalasi perang antara Amerika Serikat–Israel, dan Iran. Sekjen HIPMI Anggawira menyebut puluhan ribu jemaah umrah berpotensi terdampak, dengan harga tiket kepulangan ke Indonesia yang melonjak tinggi.
“Harga tiket penerbangan one way rute Jeddah-Jakarta kelas ekonomi maskapai Garuda Indonesia yang dalam kondisi normal berkisar di angka Rp 7-8 juta, saat ini pada beberapa jadwal melonjak hingga mencapai sekitar Rp 18-20 juta per tiket,” ungkap Anggawira dikutip dari Liputan6, Rabu (11/3).
Sebelumnya, sejumlah penerbangan menuju Indonesia, termasuk yang transit, sempat dibatalkan akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Dua Kapal Berhasil Keluar dari Zona Konflik, Pertamina Pastikan Energi RI Aman
Anggawira menilai lonjakan harga tiket berpotensi memberatkan jemaah jika tidak segera diatur oleh pemerintah.
Ia juga meminta pemerintah berkoordinasi dengan maskapai seperti Garuda Indonesia, Lion Air, dan Batik Air untuk menambah jadwal penerbangan guna mempercepat pemulangan jemaah Indonesia yang tertahan.
“Selain itu, pemerintah juga perlu menetapkan batas harga tiket dalam kondisi darurat serta memperkuat pengawasan agar tidak terjadi praktik spekulasi harga yang merugikan jemaah,” tuturnya.
Anggawira menilai peristiwa ini menjadi pelajaran penting dalam pengelolaan perjalanan umrah ke depan. Ia menekankan perlunya skema perlindungan yang lebih kuat, termasuk asuransi perjalanan yang mencakup kondisi force majeure seperti konflik geopolitik, penutupan wilayah udara, dan gangguan penerbangan internasional.
(Liputan6)












![Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto [kanan] saat gladi bersih Hari Ulang Tahun [HUT] ke-80 TNI di Monas, Jakarta, Jum’at [3/10/2025]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_7111-300x156.jpeg)


