Banjarmasin, mu4.co.id – Ajang penganugerahan Cabang, Ranting dan Masjid Muhammadiyah Unggulan se-Indonesia, CRM Award VI pada 13-16 November 2025 di Masjid Al Jihad Banjarmasin telah berlalu. Namun ia menyisakan banyak kisah inspirasional dan heroik di balik pelaksanaan even akbar nasional tahunan LPCRPM tersebut.
Beragam kisah perjuangan dan keinginan kuat dari para peserta di seluruh Indonesia yang “sangat” ingin datang menghadiri CRM Award di Banjarmasin kali ini. Terlebih lagi ketika mereka mendengar bahwa CRM ke-6 tahun ini dilaksanakan di Masjid Al Jihad Banjarmasin, masjid yang disebut-sebut banyak orang sebagai Masjid Unggulan Percontohan Nasional.
Tetapi mungkin bagi sebagian orang, hanya mendengar kabarnya saja. Sehingga muncul keinginan ingin datang dan merasakan langsung suasana di Masjid Al Jihad dan membuktikan dengan mata kepala apa yang selama ini ramai diperbincangkan orang-orang.
Tentang sebuah masjid yang selalu penuh jemaah salat lima waktunya. Tentang masjid yang infak sedekahnya bahkan mencapai Rp750 juta sebulan. Tentang masjid yang punya ambulans jenis Toyota Alphard, bukan hanya 1 tapi 3 buah yang salah satunya adalah type keluaran terbaru.
Baca juga: Masjid Al Jihad dan PCM Banjarmasin 4 Berhasil Menyandingkan 2 Penghargaan Bergengsi dari LPCR-PM
Tentang masjid yang ruangannya sejuk full AC, berkarpet tebal empuk, dengan sound system bagus sehingga membuat jemaah betah berlama-lama di masjid, serta toiletnya banyak dan bersih. Tentang masjid yang 4 orang imam tetap dan muadzinnya terbilang masih muda-muda dengan lantunan hafalan ayat-ayat Al-Qur’an yang mampu menggetarkan hati dan membuat teduh dan syahdu yang mendengarkan. Tentang masjid yang memiliki tangga eskalator untuk memuliakan kaum disabilitas dan lansia beribadah dengan nyaman di masjid. Tentang masjid yang kajian Islaminya hampir di setiap ba’da maghrib dan subuh. Tentang masjid yang menyediakan sajian makan sahur dan berbuka puasa sunnah untuk jemaah maupun musafir. Tentang masjid yang memiliki layanan klinik kesehatan gratis, klinik konsultasi dan terapi mental gratis, klinik konsultasi hukum waris dan zakat gratis, konsultasi permasalahan hukum pidana dan perdata gratis, program rumah tahfidz Al-Qur’an gratis, dan khitanan gratis.
Tentang masjid yang setiap hari ada pelaksanaan salat jenazahnya laksana di masjid Nabawi Madinah. Tentang masjid yang penyembelihan hewan kurbannya mencapai 100 ekor sapi setiap tahunnya, terbanyak se-Indonesia! Tentang masjid yang memiliki media informasi digital yang lengkap mulai dari radio, channel Youtube, audio streaming, Podcast, hingga website pemberitaan sendiri. Tentang masjid yang melibatkan banyak anak-anak muda untuk mengelola dan menjalankan kegiatan dan manajemen masjid. Serta masih banyak lagi.
Semua itu seakan menjadi kutub magnet daya tarik yang membuat banyak orang ingin datang dan belajar banyak hal di masjid Al Jihad. Dan Takmir Masjid Al Jihad membuka pintu gerbang seluas-luasnya bagi mereka yang ingin bertamu dan menggali ilmu. Bahkan Takmir menyediakan tempat menginap dan makan 3 kali sehari serta akomodasi transportasi.
Sehingga wajar bila dalam sambutan penutupan CRM Award VI, Ketua LPCRPM Muhammad Jamaludin Ahmad mengatakan bahwa penyelenggaraan CRM Award tahun ini adalah yang paling banyak peserta dan penggembira yang datang dari seluruh Indonesia.
Baca juga: Berikan Layanan Terbaik Untuk Jemaah, Masjid Al Jihad Banjarmasin Tambah 1 Lagi Ambulans Alphard
Ada peserta yang rela menempuh perjalanan jauh menggunkan kendaraan roda empat, lalu dilanjutkan naik kapal laut menyeberangi Laut Jawa hingga sampai Pelabuhan Banjarmasin. Ada pula yang menumpang kapal laut dari Sulawesi menyeberang menuju Balikpapan lalu lanjut naik bus antar provinsi tujuan Banjarmasin. Tak sedikit pula yang memilih naik pesawat terbang dari pulau Sumatera, Sulawesi, dan Jawa untuk turut menghadiri CRM Award di kota seribu Sungai ini.
Mereka bukan hanya datang berlima (sesuai surat undangan) tetapi mereka datang lebih dari 20-30 orang per utusan daerah. Bukan sebagai peserta, melainkan sebagai penggembira yang benar-benar ingin bergembira!
Jarak ratusan kilometer bukanlah halangan bagi semua peserta. Semuanya dilakukan atas dasar rasa bergembira ber-Muhammadiyah.
Sebagaimana jargon yang sering dilontarkan Jamaludin Ahmad, “Ikhlas tidak ihlas, berangkat!”
Takmir Masjid Al Jihad memahami betul dan berusaha memfasilitasi semua keinginan peserta agar para tamu yang datang benar-benar dapat dilayani dengan maksimal serta mendapat kegembiraan dan kenangan indah selama berada di Masjid Al Jihad Banjarmasin.
Bahkan ada peserta 4 orang ibu-ibu yang berasal dari Indonesia bagian Timur, ketika akan pulang melalui perjalanan darat dari Banjarmasin transit di Balikpapan. Mereka mencoba memesan sendiri mobil travel, namun sayangnya ternyata adalah travel penipuan dan uang pembayaran hilang.
Mendengar informasi itu, pihak Takmir Masjid Al Jihad langsung memesankan mobil travel melalui jalur resmi dan membayarkan biaya mobil travel tersebut. Seketika ibu-ibu tersebut meneteskan airmata terharu dan berulang kali mengucapkan terima kasih.
Ada juga salah seorang peserta utusan dari pulau lain yang kehabisan ongkos sehingga tidak bisa membeli tiket pesawat untuk pulang. Mendengar kabar itu, Takmir Masjid Al Jihad segera membelikannya tiket pulang.
“Semua dilakukan Takmir Masjid Al Jihad dan PCM Banjarmasin 4 untuk memuliakan seluruh tamu yang datang,” ungkap Jamaludin Ahmad.















