Media Utama Terpercaya

13 Januari 2026, 18:28
Search

Bulog Rencanakan Ekspor Beras ke Timor Leste, Papua Nugini, dan Malaysia. Ini Kata Menteri Pertanian!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Ahmad Rizal Ramdhan ungkapkan terkait rencana ekspor beras
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhan ungkapkan terkait rencana ekspor beras. [Foto: merdeka.com]

Jakarta, mu4.co.id – Perum Bulog menyampaikan rencana ekspor beras pada tahun 2026 ke beberapa negara diantaranya Timor Leste, Papua Nugini, dan Malaysia. Kebijakan ini diambil karena klaim bahwa telah terpenuhinya kebutuhan swasembada pangan nasional pada tahun 2025, yang ditandai dengan ketersedian stok beras yang mencukupi kebutuhan beras dalam negeri.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhan menjelaskan bahwa total ketersediaan beras pemerintah pada 2026 diproyeksikan mencapat 7 juta ton beras, dengan target 4 juta ton beras hasil penyerapan dari petani dan ditambah 3,3 juta ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini.

“Dengan 7 juta tersebut insyaallah kita akan maksimalkan untuk dalam negeri dulu,” ujarnya dilansir dari Mureks, Selasa (13/1).

Baca juga: Mulai 2026, Pemerintah Berlakukan Beras Satu Harga. Ini Caranya!

Ia menambahkan bahwa potensi ekspor akan dibuka jika kebutuhan domestik telah terpenuhi, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Rizal juga menegaskan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan pada tahun 2025, dibuktikan dengan tidak adanya impor beras konsumsi pada tahun tersebut.

“Sejak bulan Januari 2025 sampai dengan Desember 2025 Indonesia tidak ada lagi impor beras,” katanya.

Diketahui, stok beras di gudang Bulog sempat mencapai puncaknya pada Juli 2025 sebesar 4,5 juta ton beras yang semakin memperkuat posisi Indonesia dalam ketahanan pangan.

Baca juga: Bea Cukai Klarifikasi Temuan 250 Ton Beras Ilegal di Sabang, Tegaskan Tidak Pernah Beri Izin Impor

Sebelumnya, wacana ekspor beras ini juga disampaikan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kepada Presiden Prabowo, Amran menargetkan ekspor akan dilakukan setelah serapan Bulog tercapai.

“Izin Bapak Presiden, yang penting Bulog izinnya dan serapannya, 3 bulan ke depan. Sama saja 2025, aku tidak minta lebih. Sama saja. Hampir pasti kita lakukan ekspor tahun ini,” ucapnya.

Selain ekspor, Bulog juga berencana melakukan kebijakan satu harga untuk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di seluruh wilayah Indonesia. Saat ini, harga beras masih bervariasi berdasarkan zona.

“Seperti juga Pertamina. Pertamina juga dari Sabang sampai Merauke satu harga, Bulog juga berasnya dari Sabang sampai Merauke satu harga,” jelas Rizal.

(Mureks)

[post-views]
Selaras