Banjarmasin, mu4.co.id – Buah sukun selama ini hanya dianggap sebagai cemilan sederhana di kampung-kampung. Padahal di balik kesederhanaanya tersebut, sukun justru tengah jadi sorotan di mata dunia. Di tahun 2026 ini, banyak yang menganggap sukun sebagai future food atau makanan masa depan.
Sukun dianggap memiliki kombinasi ideal, yakni mudah tumbuh, bergizi, fleksibel diolah menjadi berbagai produk pangan dan dapat menjawab tantangan besar dunia, mulai dari perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, hingga ancaman krisis pangan global.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sukun dapat tumbuh baik di wilayah tropis meskipun cuaca ekstrem, hujan tidak menentu maupun kekeringan. Lembaga Trees That Feed Foundation pada 2023 mencatat, satu pohon sukun menghasilkan sekitar 150–200 buah per tahun, dengan berat tiap buah mencapai 3 kilogram.
Baca juga: Waspada Virus Nipah dari Kelelawar Buah, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya!
Dengan data tersebut artinya satu pohon sukun bisa menyediakan ratusan kilogram sumber pangan setiap tahunnya dan dianggap tanaman yang tahan terhadap tekanan lingkungan. Jenis tanaman seperti inilah yang sangat dibutuhkan terkait konteks perubahan iklim global.
Dilansir dari rubicnews.com, Jum’at (6/2), Penelitian dari University of British Columbia (2021) menunjukkan bahwa sukun mengandung serat tinggi, vitamin C, magnesium, kalium, serta protein nabati dalam jumlah signifikan.
Di banyak negara maju, sukun dianggap sebagai bahan pangan sehat karena bebas gluten yang cocok untuk penderita celiac dan kandungan karbohidrat sukun juga tinggi dapat menjadi alternatif selain nasi, kentang, atau roti.
Baca juga: Fenomena Lubang Besar Muncul di Aceh Tengah. Ada Apa?
Bahkan NASA pun pernah mengkaji bahwa sukun sebagai pilihan bahan pangan untuk misi luar angkasa karena produktivitas dan nilai gizinya yang tinggi. Sayangnya berbanding terbalik di negeri asalnya, sukun di Indonesia hanya dipandang sebagai buah murah dan kurang bernilai ekonomi.
Banyak pohon sukun tumbuh tanpa perawatan bahkan kerap dibiarkan sampai busuk buahnya saat panen raya. Padahal dengan pengelolaan yang tepat, sukun berpotensi menjadi komoditas strategis seperti kopi, kakao, atau vanili.
(rubicnews.com)


![Gedung Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal [BPJPH]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260210-WA0015-300x183.jpg)









