Media Utama Terpercaya

5 Februari 2026, 00:03
Search

BSSN Ungkap Modus Penipuan Kloning Suara AI, Waspada Angkat Telepon Nomor Asing!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
BSSN Ungkap Modus Penipuan Kloning Suara AI
BSSN Ungkap Modus Penipuan Kloning Suara AI [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan saat mengangkat telepon dari nomor yang tidak dikenal, sebab suara bisa dikloning di era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) saat ini.

Kloning suara Al sendiri merupakan sebuah teknologi yang menggunakan kecerdasan buatan untuk mereplikasi suara manusia, menciptakan tiruan yang terdengar mirip dan realistis. Teknologi ini bekerja dengan menganalisis sampel audio untuk mempelajari karakteristik unik suara seperti nada, intonasi, dan aksen, lalu menggunakannya untuk menghasilkan ucapan dari teks atau menciptakan narasi baru.

Risiko penyalahgunaan kloning suara Al itupun dapat digunakan untuk membuat rekaman suara palsu yang dapat digunakan untuk penipuan, pemerasan atau menyebarkan informasi palsu hingga membuat suara yang memfitnah atau menyebarkan pernyataan jahat yang merusak reputasi seseorang.

“Bayangkan menerima telepon dari suara yang terdengar persis seperti orang terdekatmu tapi ternyata itu penipuan di era AI, kloning suara memungkinkan penipu meniru suara manusia dengan sangat realistis,” tuis BSSN lewat akun Instagram resminya, Ahad (01/02/2026).

Baca juga: Mendikdasmen Tegaskan AI Tak Akan Pernah Bisa Gantikan Guru

BSSN menjelaskan, proses kloning suara bisa dimulai hanya dari respons singkat seperti “HALO” saat menjawab panggilan asing. Potongan suara itu cukup untuk direkam, lalu diproses menjadi tiruan digital.

“Tak ada sapaan. Tak ada tanya. Hanya hening. Kemudian, sekejap kemudian telepon terputus. Hanya “HALO”, lalu lenyap. Rekaman suara kita, tanpa disadari-Al yang menyedot detik-detik itu, membekukan kata “HALO” menjadi duplikat digital. Lalu? Mereka menggunakan suaramu lalu menirunya, untuk menjebak orang terdekatmu,” tulis akun itu.

Lebih lanjut, BSSN juga membagikan tips dan trik untuk meminimalisir risiko tersebut diantaranya yaitu:

  • Verifikasi: Terapkan mekanisme verifikasi, misalnya dengan Menggunakan kode sandi atau “kata kunci rahasia” keluarga/internal yang telah disepakati sebelumnya.
  • Batasi: Kurangi posting rekaman suara atau pesan suara secara publik di media sosial atau platform lain.
  • Edukasi: Tingkatkan kesadaran publik dan internal organisasi tentang cara kerja penipuan kloning suara dan tanda-tanda peringatan (misalnya, permintaan mendesak yang tidak biasa, kualitas audio yang aneh).

Selain itu, pihaknya juga mengingatkan masyarakat jika sudah menjadi korban, segera melapor ke polisi dan menyimpan seluruh bukti terkait, informasikan ke sekitar agar waspada dan tidak mudah tertipu jika dihubungi menggunakan suara yang diduplikasi, dan dokumentasi, seperti mengambil tangkapan layar yang berisi suara duplikat tersebut untuk penelusuran lebih lanjut.

[post-views]
Selaras