Media Utama Terpercaya

29 November 2025, 18:32
Search

Bobibos Ternyata Diproduksi Dari Tanaman Ini!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Bobibos
Produk Bobibos yang diperkenalkan. [Foto: umj.ac.id]

Jakarta, mu4.co.id – Bahan bakar Bobibos tengah menjadi sorotan. Tidak hanya karena harganya murah tapi karena bahan utama dari pembuatan BBM tersebut berasal dari nabati lebih tepatnya jerami.

Dalam akun instagramnya, Bobibos menyebut bahwa pemanfaatan jerami untuk BBM ini tidak akan mengganggu produksi beras, justru menjadi nilai ekonomi tambahan bagi petani.

Untuk proses pengolahannya, jerami dikumpulkan kemudian menjalani proses bioenergi sampai menjadi bahan bakar siap pakai. Salah satu proses krusial dalam pengolahan tersebut adalah penyuntikan serum khusus yang membuat jerami berubah menjadi energi dengan efisiensi tinggi.

Baca juga: BBM Bobibos Setara Pertamax Turbo, Diperkirakan Harga Kisaran Rp4 Ribu per Liter!

“Jerami dikelola untuk ekstraksi dengan biochemistry, ekstrak tanaman. Gunakan mesin yang memang kami rancang dari nol. Tahapannya lima tahap, dan akhirnya menghasilkan bahan bakar nabati berkinerja tinggi,” ujar M Iklas Thamrin selaku Founder Bobibos, dilansir dari oto.detik.com pada Sabtu (22/11).

Sebelumnya, Bobibos pernah menggunakan mikroalga untuk proses ini tetapi hasilnya kurang optimal. Jerami dinilai menjadi bahan yang paling efektif lantaran punya stok yang berlimpah.

Meski sudah menjadi sorotan, BBM Bobibos justru belum bisa dibeli secara bebas. Namun dipastikan untuk harga Bobibos nantinya lebih murah dibandingkan dengan bahan bakar yang kini beredar di pasaran. Saat ini, Bobibos masih berkoordinasi dengan pemerintah untuk kelanjutan produksi.

Baca juga: RON 98 Jadi Salah Satu Keunggulan. Berikut Keunggulan BBM Bobibos Lainnya!

BBM Bobibos punya dua jenis bahan yaitu bensin dan solar. Keduanya dibuat dari tumbuhan, dan telah diuji di beberapa jenis mobil dan motor seperti Honda BeAT, Toyota Alphard, hingga Nissan Navara bermesin diesel yang hanya sedikit mengeluarkan asap.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman mengapresiasi inovasi BBM ramah lingkungan tersebut. Namun menurutnya, untuk menghadirkan BBM yang layak untuk masyarakat membutuhkan waktu dan tahapan yang panjang.

“Tapi seperti yang saya jelaskan, untuk menguji suatu BBM lalu menjadi bahan bakar, itu minimal 8 bulan, baru kita putuskan apakah ini layak atau tidak,” ujarnya.

Laode juga menjelaskan bahwa BBM Bobibos saat ini baru mengajukan uji laboratorium, dan hasilnya belum diketahui.

(oto.detik.com)

[post-views]
Selaras