Media Utama Terpercaya

31 Januari 2026, 12:52
Search

BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas dan Terik Landa Kalsel, Apa Sebabnya?

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Cuaca Panas dan Terik Landa Kalsel
BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas dan Terik Landa Kalsel  [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]

Banjarbaru, mu4.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalsel mengungkapkan penyebab cuaca panas dan terik yang dirasakan masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam beberapa hari terakhir.

Forecaster Iklim BMKG Kalsel, Muhammad Agvi Septiarno menyebut fenomena tersebut dipengaruhi oleh faktor atmosfer regional, kondisi cuaca panas ekstrem yang tetap dapat terjadi meski masih berada dalam periode musim hujan, akibat pengaruh dinamika cuaca skala besar.

“Secara klimatologis, Kalimantan Selatan memang baru melewati puncak musim hujan. Meski demikian, dalam beberapa hari terakhir masyarakat merasakan suhu yang sangat panas dan terik,” ujarnya, Selasa (27/01/2026).

Adapun salah satu penyebab utama kondisi tersebut adalah pengaruh monsun Asia serta kemunculan bibit siklon tropis 91S dan 91P di wilayah Selatan Indonesia, khususnya di perairan sekitar selatan Pulau Jawa.

“Bibit siklon itu menyebabkan adanya penarikan uap air dari wilayah Kalimantan Selatan. Akibatnya, potensi pembentukan awan hujan berkurang dan cuaca menjadi lebih panas,” jelas Agvi.

Baca juga: BMKG Ungkap Alasan di Balik Suhu Panas yang Melanda Indonesia, Diperkirakan Berlangsung hingga Awal November 2025!

Meski sempat terjadi hujan di beberapa wilayah, namun intensitasnya tidak signifikan sehingga hal itu membuat kondisi panas terasa lebih dominan. “Bibit siklon kini mulai melemah dan menghilang. Dengan demikian, kondisi cuaca diperkirakan akan kembali normal dalam waktu dekat,” katanya.

BMKG memastikan kondisi panas yang terjadi bukan disebabkan oleh kegiatan modifikasi cuaca. “Jika ada modifikasi cuaca, biasanya itu dilakukan oleh Stasiun Meteorologi dan akan ada informasinya. Untuk saat ini, panas yang terjadi murni faktor dinamika atmosfer,” tegasnya.

Pihaknya pun memperkirakan musim hujan di Kalimantan Selatan umumnya berakhir pada bulan April mendatang. “La Nina saat ini masih lemah. Biasanya kondisi ini dapat menyebabkan curah hujan berada di atas rata-rata, sehingga kita tetap perlu memantau perkembangan ke depan,” ujarnya.

Di samping itu, BMKG juga mengimbau, masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama hujan lebat yang dapat terjadi dalam waktu singkat dan memicu bencana hidrometeorologi.

“Masyarakat diharapkan tetap waspada, khususnya jika terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam durasi lama, terutama di daerah rawan banjir, bantaran sungai, dan wilayah dengan kondisi tanah labil,” pungkasnya.

(redaksi8.com)

[post-views]
Selaras