Media Utama Terpercaya

29 November 2025, 18:48
Search

Berpidato di Forum Bloomberg, Ini Hal yang Terlintas oleh Jokowi Saat Pertama Kali Menjabat sebagai Presiden RI!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Joko Widodo
Presiden RI ke-7 Joko Widodo di Bloomberg New Economy Forum 2025. [Foto: tangkapan layar]

Singapura, mu4.co.id – Presiden RI ke-7 Joko Widodo menyampaikan pidato berbahasa Inggris dalam Bloomberg New Economy Forum 2025 di Singapura, yang juga disiarkan virtual pada Jumat (21/11). Dalam pidatonya, ia mengungkapkan hal pertama yang ia pikirkan saat menjadi Presiden.

“Ketika saya menjadi Presiden pertama kali, saya memiliki pertanyaan sederhana. Bagaimana kita bisa membangun ekonomi yang kuat untuk 280 juta orang? Kita tahu bahwa tidak ada jalan pintas,” kata Jokowi dalam pidatonya, dikutip dari detik finance, Senin (24/11).

Pembangunan infrastruktur secara besar-besaran menjadi prioritas pada masa Presiden ke-7 Joko Widodo. 

Baca Juga: Pidato di Sesi Kedua KTT G20 Wapres Gibran Bahas Ketahanan Pangan dan Bencana. Berikut Selengkapnya!

Bagi Jokowi, infrastruktur adalah kebutuhan dasar bagi kemajuan Indonesia. Saat pertama kali memimpin, ia menilai tidak ada cara cepat untuk membangun ekonomi negara sebesar Indonesia tanpa memperkuat fondasi infrastrukturnya.

Karena itu, ia mendorong percepatan pembangunan jalan, pelabuhan, bandara, dan fasilitas penting lain agar Indonesia dapat berkembang lebih jauh.

“Itulah sebabnya kita fokus pada dasarnya pembangunan, membuat jalan, pelabuhan, bandara, pembangkit listrik, dan jaringan digital. Karena tanpa infrastruktur kuat, ekonomi tidak bisa berkembang,” ucapnya.

Baca Juga: Wapres Sebut Indonesia–Afrika Selatan Sepakat Bebas Visa, Perjalanan Lebih Mudah!

Jokowi menjelaskan bahwa Indonesia juga memperkuat pembangunan infrastruktur digital. Selama memimpin, ia mendorong pengembangan pusat data, peluncuran satelit, serta perluasan jaringan digital untuk meningkatkan konektivitas nasional.

Menurut Jokowi, kemajuan infrastruktur, termasuk infrastruktur digital, menjadi landasan bagi Indonesia menuju ekonomi baru yang lebih cerdas dan berkembang.

Ia menilai, digitalisasi sebagai sebuah kunci, salah satunya terlihat dari hadirnya sistem pembayaran QRIS. Teknologi berbasis barcode tersebut mempermudah transaksi di seluruh Indonesia dan dapat digunakan oleh semua kalangan, dari pedagang kecil hingga perusahaan besar.

“QRIS Indonesia membuat pembayaran digital mudah dan universal. Hari ini, pedagang kecil di pinggir jalan di kota kecil menggunakan sistem yang sama dengan perusahaan besar di Jakarta,” jelas Jokowi.

(Detik Finance, CNN)

[post-views]
Selaras