Media Utama Terpercaya

22 Januari 2026, 02:09
Search

Beredar Kabar Listrik Padam 7 Hari & Internet Mati Akibat Krisis Global, Benarkah?

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Listrik Padam 7 Hari & Internet Mati
Beredar Kabar Listrik Padam 7 Hari & Internet Mati Akibat Krisis Global [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – Isu mengenai akan terjadi pemadaman listrik kurang lebih selama 7 hari dan matinya akses internet karena krisis global ramai beredar di media sosial.

Klaim listrik akan padam selama 7 hari itu disebut akibat krisis global yang dipicu perang antara Amerika Serikat dan Iran. Himbauan pun bermunculan kepada masyarakat untuk mempersiapkan diri karena beberapa negara sudah mengalami krisis tersebut.

Lantas, benarkah listrik akan padam selama 7 hari dan akses internet mati akibat terjadinya krisis global?

Diketahui, isu potensi kondisi darurat 7 hari ramai dibicarakan karena pernyataan dari seorang purnawirawan perwira tinggi Polri, Komjen Pol. (Purn.) Dr. (H.C.) Dharma Pongrekun, S.I.K., M.M., M.H. dalam podcastnya bersama Chrysansia Chitra Dewi.

Dharma yang dikenal sangat populer di media sosial, terutama karena pandangan-pandangannya terhadap pemerintah, teori konspirasi, agenda 2030, dan isu global itu, mengatakan bahwa skenario terburuk dapat terjadi yaitu listrik dan internet padam total, air berhenti mengalir karena jet pump tidak berfungsi, uang digital dan ATM lumpuh, hingga aktivitas masyarakat nyaris berhenti sepenuhnya, sehingga masyarakat diminta untuk bersiap dengan kebutuhan dasar. Namun, informasi itu tidak bersumber dari kebijakan resmi pemerintah.

Baca juga: Masyarakat Singapura Tinggalkan Kendaraan Listrik dan Kembali ke BBM. Ini Alasannya!

Dalam podcast itu juga disebutkan negara selain Belanda yang telah mempersiapkan keadaan darurat yaitu Jerman. Namun, tidak ditemukan keterangan yang menyatakan bahwa keadaan darurat disebabkan oleh perang antara Amerika Serikat dan Iran. Dengan begitu, klaim yang menyatakan listrik akan padam selama 7 hari dan internet mati di Indonesia akibat krisis global perang AS dan Iran tidak terbukti secara ilmiah.

Meski demikian, jika suatu saat terjadi gangguan listrik dan internet dalam waktu lama, misalnya karena bencana alam atau kondisi darurat, berikut ini panduan kesiapsiagaan dasar di Indonesia:

  1. Air. Di iklim tropis, kebutuhan air sangat tinggi. Rekomendasi: ±4 liter/orang/hari. Siapkan: Galon/ jerigen, ember tertutup, botol kosong
    Tambahan: saringan air sederhana/ tablet pemurni, Air hujan & sumur bisa jadi alternatif darurat.
  2. Makanan Tahan Tanpa Kulkas. Pilih makanan yang awet & mudah diolah. Contoh: Beras, mie instan, ikan kaleng, abon, telur, kacang, biskuit, gula, garam, minyak, kopi, dan teh. Target energi ±2.000 kkal/orang/hari.
  3. Alat Masak Tanpa Listrik. Kompor gas, tabung cadangan, Wajan, panci, pisau, korek. Alternatif bisa menggunakan kompor portable/ arang.
  4. Penerangan Malam. Lampu LED isi ulang, senter, lilin, Power bank, dan lebih baik jika ada lampu tenaga surya.
  5. Komunikasi Alternatif. Tanpa internet, komunikasi digital bisa terganggu. Alternatif: radio FM/AM, HT (jika ada). Catat nomor penting di kertas.
  6. Uang Tunai. Siapkan uang pecahan kecil untuk kebutuhan darurat.
  7. Kebersihan & Sanitasi. Sabun, tisu, hand sanitizer, Pembalut/popok, Kantong sampah, dan disinfektan.
  8. Obat & P3K. Paracetamol, obat diare, oralit, antiseptik, Perban, alkohol. Jika punya penyakit khusus, stok sesuai kebutuhan.
  9. Keamanan Lingkungan. Pastikan kunci rumah aman, gunakan penerangan seperlunya, bangun komunikasi & saling jaga dengan tetangga.
  10. Mental & Rutinitas. Aktivitas tanpa layar membantu menjaga ketenangan seperti Buku, ibadah, permainan keluarga, dan buat jadwal harian sederhana.

(tirto.id)

[post-views]
Selaras