Lampung, mu4.co.id – Fenomena benda bercahaya yang melintas di langit Lampung pada Sabtu (4/4) malam sempat menghebohkan warga. Objek terang tersebut terlihat bergerak cepat dengan ekor cahaya panjang dan tampak pecah menjadi beberapa bagian, sehingga banyak yang mengira sebagai meteor.
Namun, peneliti dari BRIN, Thomas Djamaluddin, memastikan bahwa benda tersebut bukan meteor, melainkan sampah antariksa berupa sisa badan roket China jenis CZ-3B.
“Info terbaru dari Space-Track dan analisis orbit menunjukkan bahwa bekas roket China tersebut meluncur dari arah India menuju Samudera Hindia di pantai barat Sumatera,” ujarnya dilansir dari detik, Senin (6/4).
Baca juga: Fenomena Langit di Cirebon, Pengamat BRIN Sebut Meteor, Ini Penjelasannya!
Menurutnya, objek tersebut melintas sekitar pukul 19.56 WIB, saat memasuki atmosfer bumi dengan ketinggian di bawah 120 kilometer, benda itu mengalami gesekan sehingga terbakar dan terpecah, menciptakan efek cahaya yang terlihat jelas dari daratan.
“Objek tersebut memasuki atmosfer padat, terus meluncur terbakar dan pecah. Itulah yang disaksikan warga sekitar Lampung dan Banten,” tutur Thomas.
Thomas juga menjelaskan bahwa puing roket tersebut diperkirakan jatuh di wilayah perairan pantai barat Sumatera dan tidak membahayakan masyarakat.
Baca juga: Di pertengahan Ramadan 1447 H, Akan Terjadi Gerhana Bulan Total. Kapan Waktunya?
Peristiwa ini sempat terekam oleh sejumlah warga yang langsung mengabadikan momen langka tersebut. Dalam rekaman video, terlihat objek bercahaya meluncur di langit malam dengan pecahan-pecahan kecil yang mengikuti lintasannya.
“Eh, apa itu? Meteor ya? Kok pecah-pecah gitu, panjang banget apinya,” ujar salah satu warga.
Meski sempat menimbulkan spekulasi, fenomena ini dipastikan merupakan kejadian alami dari masuknya sampah antariksa ke atmosfer bumi, bukan peristiwa berbahaya.
(Kumparan, detik)













