Media Utama Terpercaya

23 Februari 2026, 21:10
Search

Belajar Tak Mengenal Usia, PCA Banjarmasin 4 Hadirkan Pesantren Lansia Ramadan. Bahas Tips Kurangi Dampak Demensia!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Pesantren Lansia Ramadan
Peserta kegiatan Pesantren Lansia Ramadan 1447 H. [Foto: mu4.co.id]

Banjarmasin, mu4.co.id – Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Banjarmasin 4 menggelar kegiatan Pesantren Lansia Ramadan 1447 H dengan tema “Belajar Tidak Mengenal Usia” khusus akhwat pada 23–24 Februari 2026 di lantai 2 Masjid Al Jihad Banjarmasin. 

Kegiatan ini diikuti lebih dari 70 peserta. Peserta yang hadir tidak hanya kalangan lanjut usia (lansia), tetapi juga ibu-ibu berusia muda atau menuju usia lanjut. 

Dalam mengawali kegiatan, para peserta dibagi per kelompok untuk belajar halaqah Al-Qur’an yang diajarkan oleh para ustadzah.

Pada hari pertama, Senin (23/2), materi diisi oleh dr. H. Meldy Muzada Elfa, Sp.PD., K-Ger., FINASIM., MM dan Dr. dr. H. Izzak Zoelkarnain Akbar, Sp.OT (K)., FICS. 

Baca Juga: Sambut Ramadhan 1447 H, PCA Banjarmasin 4 Gelar Evaluasi Serentak Program Pembelajaran Al-Qur’an

Dalam pemaparannya, dr. Meldy menjelaskan bahwa berbagai penelitian menunjukkan aktivitas keagamaan memiliki kaitan erat dengan kesehatan kognitif. Hasil penelitian menemukan Muslim yang aktif mengikuti kegiatan keagamaan memiliki risiko demensia lebih rendah dibandingkan mereka yang kurang aktif.

“Penurunan risiko pada kelompok yang aktif mengikuti kajian seperti ini diperkirakan berada di sekitar 30–40 persen bu. Bahkan untuk kelompok dengan sering ikut kegiatan keagamaan, penurunan risiko bisa mencapai sekitar 70–80 persen. Berarti, praktik keagamaan tidak hanya berdampak spiritual, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan otak dalam jangka panjang,” jelas dr. Meldy.

Ia juga mengingatkan bahwa membiarkan orang tua tidak beraktivitas di dalam kamar dengan alasan istirahat justru dapat memicu kepikunan atau demensia. 

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena lansia yang banyak berdiam diri cenderung mengingat atau berkhayal tentang masa lalu hingga terasa nyata. 

Baca Juga: LBSO PDA Banjarmasin Ajak Ibu-ibu ‘Aisyiyah Hidup Sehat Lewat Senam Bahagia di Lingkungan PCA Banjarmasin 4!

Oleh karena itu, orang tua sebaiknya tetap diajak beraktivitas, seperti berjalan-jalan, mengikuti kajian, dan kegiatan sosial lainnya. Pendekatan ini disebut sebagai terapi sosial dan terapi otak, di mana semakin aktif seseorang, maka dampak demensia dapat berkurang.

Sementara itu, salah satu peserta, Ibu Tita, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan yang diselenggarakan oleh PCA Banjarmasin 4. 

“Alhamdulillah dapat pencerahan dan dapat mempelajari bagaimana menyikapi sebuah masalah, dan diberikan pengarahan untuk saya yang menuju usia lanjut,” ujarnya.

Ketua PCA Banjarmasin 4, Sri Hidayati, mengaku takjub melihat antusiasme para peserta dalam mengikuti kegiatan tersebut, yang menunjukkan semangat tinggi untuk terus menuntut ilmu tanpa mengenal usia.

“Semoga kita semua mendapatkan penerangan dari Allah, sehingga mampu mengambil pelajaran dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sri Hidayati.

[Video: mu4.co.id]

[post-views]
Selaras