Media Berkemajuan

22 Juli 2024, 15:51

Banyak menteri yang tak masuk daftar undangan, ingin hadir di pembukaan muktamar

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print

SURAKARTA mu4.co.id – Ketua Panitia Penerima Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke 48, Prof Dr Sofyan Anif M.Si mengungkapkan banyak menteri serta duta besar yang tidak diundang dalam pembukaan meminta agar dapat mengikuti kegiatan yang akan digelar di Stadion Manahan pada Sabtu pagi, 19 November 2022.

Hal itu disampaikan Prof Dr Sofyan Anif M.Si usai rapat koordinasi dengan Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka bersama Panitia Pusat dan Tim Asistensi Panitia Pusat di rumah dinas Wali kota Surakarta, Loji Gandrung, Senin, 12 November 2022.

“Tadi beliau (Wali kota Surakarta) mengatakan banyak menteri yang tidak diundang, kebiasaan dalam pembukaan muktamar itu kan yang penting diundang Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, ternyata memang banyak menteri yang meminta untuk diundang baik kepada mas Gibran juga kepada saya sendiri ada beberapa menteri, termasuk kepada yang lain,” ungkap figur yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Fenomena tersebut, menurut Prof Sofyan Anif dapat dipahami karena beberapa sebab.

Pertama karena tempat pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke 48 berada di Kota Solo.

“Apalagi mas Wali putranya Pak Presiden dan nanti yang meresmikan (membuka) juga Presiden sehingga kemauan para menteri termasuk duta besar untuk hadir sangat tinggi padahal layanan (akomodasi) kita sekarang ini sudah habis,” ujar Rektor UMS itu.

“Karena mereka pasti nginep tidak tahu kita nanti (mencari hotel), mencoba ke Semarang atau Jogja yang dekat, yang memungkinkan, tapi Semarang sebetulnya mekipun ikut acara disini penginapan menteri dan duta besar kita larikan disana,” ujar Guru Besar Pendidikan UMS tersebut.
(link media afiliasiMu)

[post-views]
Selaras