Jakarta, mu4.co.id – Saat pertemuan dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, Presiden Prabowo Subianto meminta BGN merekrut koki terlatih demi mencegah kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi saat ini.
Ia menekankan perlunya peningkatan tata kelola di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hal ini diinformasikan oleh siaran pers BGN.
“Presiden menegaskan perlunya peningkatan tata kelola sekaligus memberikan arahan agar setiap SPPG memiliki koki terlatih dan dilengkapi alat rapid test untuk memeriksa kualitas makanan,” demikian bunyi siaran BGN, dikutip dari Kompas, Selasa (30/9).
Baca Juga: Hanya Dalam Sebulan, Lebih Dari 1.000 Siswa Jogja Keracunan MBG!
Presiden juga menginstruksikan setiap SPPG dilengkapi alat sterilisasi wadah makan, filter air, dan CCTV terhubung ke pusat. Langkah ini diharapkan memperkuat kualitas layanan serta menjamin program gizi nasional lebih aman dan tepercaya.
BGN Buka Lowongan Chef untuk MBG
Merespon perintah Presiden Prabowo, BGN Kemudian merekrut puluhan ribu chef bersertifikat untuk meningkatkan kualitas makanan dalam program MBG. Wakil Kepala BGN Nanik Deyang menyebut, tiap dapur MBG wajib memiliki dua chef profesional sebagai penjamin standar keamanan pangan.
“Ini peluang kerja, ada 30 ribu dapur yang membutuhkan chef. Kalau masing-masing dapur ada dua chef, maka ada 60 ribu chef yang dibutuhkan,” ujar Nanik.
Nanik menjelaskan, chef profesional berperan penting menjaga higienitas dan kualitas masakan dari bahan baku hingga teknik memasak skala besar.
Selama ini, dapur MBG banyak dikelola tenaga lokal dengan pengalaman katering rumahan. Meski membutuhkan chef bersertifikat, BGN tetap melibatkan warga sebagai asisten dapur, namun posisi pimpinan produksi harus diisi chef. Untuk wilayah terpencil, peluang dibuka bagi chef dari luar daerah.
Kehadiran chef bersertifikat diharapkan meningkatkan keamanan pangan sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi profesional kuliner.
(Kompas, Antara)













