Media Utama Terpercaya

22 Januari 2026, 15:18
Search

Bantuan Dinilai Lambat, Masyarakat Jarah Sejumlah Retail Modern di Sumatra

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Masyarakat Jarah Indomaret
Masyarakat Jarah Sejumlah Retail Modern di Sumatra [Foto: tangkapan layar]

Tanjung Pura, mu4.co.id – Masyarakat menjarah retail modern sebelum Pemerintah Kabupaten Langkat menyerahkan bantuan di wilayah yang terdampak bencana alam banjir dan longsor di Sumatra beberapa waktu lalu.

Salah satu retail modern yang dijarah yaitu di Simpang Iblis, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Beberapa masyarakat membawa beberapa sembako, seperti besar, minyak, berbagai macam minuman, susu, roti, bahkan minuman sirup.

Diketahui hal itu dikarenakan lambannya bantuan sembako yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Langkat. “Lama pemerintah bang, jadinya dijarah sama masyarakat untuk mendapatkan keperluan mereka,” ujar salah seorang warga, Sabtu (29/11/2025). 

Salah seorang masyarakat lainnya juga mengatakan, akibat debit air yang tinggi, harta benda mereka sudah terapung. “Kami warga Dusun VII, Desa Pekubuan, Kecamatan Tanjung Pura. Tinggi air sudah sangat tinggi,” ujar seorang wanita paruh baya. 

“Cari makan pun udah payah ini, betul gak pak. Jangan pura-pura lah kita, udah gawat ini. Suruh turun lah orang itu (Pemerintah) tengok kami di sini. Bantuan pun tak ada, mau beli gas ini, bukan minta. Beli pun gak ada,” teriak pria yang sambil menenteng dua tabung gas.

Baca juga: Tumpukan Kayu Usai Banjir Sumatra Jadi Sorotan, Bareskrim Lakukan Penyelidikan

Tidak hanya itu, di Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah juga mulai tidak kondiusif. Warga yang kesulitan mencari bahan makanan, menjarah sejumlah swalayan, bahkan sebagian warga yang mau membeli bahan sembako, harganya sudah kelewat batas. Sebutir telur dijual seharga Rp 5 ribu. Selain itu harga cabai dijual Rp 200 ribu satu kg. Padahal Gubernur Sumut Bobby Nasution dan Bahan logistik telah tiba di Kecamatan Pandan sejak kemarin sore, Jumat (28/11/2025).

Seperti di swalayan Aido yang berada di Jalan lintas Sibolga-Tapsel (kalangan) terlihat toko tersebut warga berlarian mengambil bahan sembako. Selain itu barang di swalayan tersebut sudah kosong.

Meski demikian Aido, salah satu pemilik minimarket di Sibolga yang dijarah warga menyebut tidak mengapa mengambilnya asal jangan merusaknya. “Gak apa-apa..silahkan saja diambil, tapi tolong barang-barangnya jangan dirusak ya,” sebutnya.

Baca juga: Banjir Bandang Dan Tanah Longsor Melanda Aceh, Sumut, Sumbar. Ini Korban dan Kerugiannya!

Selain melakukan penjarahan swalayan, seorang warga Pandan, Syakila mengabarkan bahwa warga juga sudah mengincar sejumlah toko ponsel. “Kalau di Sibolga sudah mulai jarah konter HP orang. Parah sampai penyimpanan Bulog juga udah dijarah,” ucapnya.

Ia pun berharap agar sembako segera dibagikan secara merata. “Jangan karena keluarga siapa, jadi itu di duluan kan. Kan sifatnya antre, harusnya jangan pandang bulu pembagiannya. Gini semua pesimis bakal dapat walaupun ngantre,” ujarnya.  

Terkait hal itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan bahwa aksi pengambilan bahan makanan bukan penjarahan merusak, melainkan akibat kebutuhan mendesak warga terdampak. Pihaknya pun terus memaksimalkan penanganan bencana dan memberikan penjelasan kepada publik terkait situasi ini. Polres Sibolga juga mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dan menjaga ketertiban demi keamanan bersama.

(tribunnews.com)

[post-views]
Selaras