Tangerang, mu4.co.id – PT Bank Syariah Nasional (BSN) mulai memperluas ekspansi dengan masuk ke ekosistem Muhammadiyah guna mendongkrak pangsa pasar perbankan syariah yang selama satu dekade stagnan di kisaran 7–8 persen.
Langkah ini ditandai penandatanganan MoU antara manajemen BSN dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Tangerang pada Selasa (24/2), yang membuka peluang pengelolaan likuiditas di ribuan jaringan pendidikan, kesehatan, hingga usaha warga.
Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, menyebut penetrasi tersebut sebagai upaya mempercepat inklusi keuangan syariah yang saat ini baru mencapai 13,41 persen.
Baca Juga: Jalin Kerja Sama Dengan Alfamart, Muhammadiyah Kembangkan Mentari Mart!
“Kami tidak lagi menunggu pasar, melainkan masuk ke ekosistem yang sudah matang. Muhammadiyah memiliki legitimasi dan jejaring ekonomi yang luar biasa. Ini adalah momentum bagi BSN untuk hadir sebagai mitra utama dalam membangun kepercayaan masyarakat melalui layanan yang nyata,” ujar Alex dikutip dari MetroTv, Jum’at (27/2).
Melalui kerja sama ini, PT Bank Syariah Nasional menjadi penyedia solusi cash management digital bagi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) mencakup layanan payroll, virtual account, dan QRIS untuk kampus serta rumah sakit.
Selain itu, BSN juga meluncurkan kartu debit co-branding dan mengintegrasikan layanan ke aplikasi Bale Syariah by BSN, termasuk pembiayaan rumah dan investasi emas digital.
Ekspansi ini ditopang kinerja solid pasca-akuisisi Victoria Syariah oleh BTN Syariah, dengan total aset mencapai Rp72,9 triliun per Desember 2025.
Didukung 118 outlet nasional, PT Bank Syariah Nasional optimistis kerja sama dengan Muhammadiyah akan meningkatkan dana pihak ketiga (DPK).
Baca Juga: Program Inklusif Telur Moe Muhammadiyah Resmi Bergulir, Bagaimana Pola Pemberdayaannya?
Direktur Utama Alex Sofjan Noor menilai pangsa pasar syariah Malaysia yang sudah di atas 40 persen menjadi motivasi bagi BSN untuk memperluas penetrasi ke ekosistem umat terbesar di Indonesia.
Sementara itu, Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief menyatakan Muhammadiyah akan terus bertumbuh dan berperan dalam memperkuat ekosistem syariah di Indonesia.
“Selain memiliki amal usaha dan ratusan ribu pegawai yang ada di amal usaha, tentunya Muhammadiyah harus memiliki peran yang strategis dalam penguatan ekonomi syariah di tanah air. Tentu diantaranya melakukan berbagai bentuk pembiayaan untuk penguatan revitalisasi amal usaha Muhammadiyah,” ucap Hilman.
Hilman menambahkan, PP Muhammadiyah telah membentuk tim untuk menyiapkan program perumahan subsidi dan non-subsidi bagi warga persyarikatan, termasuk pegawai, karyawan, dan aktivis di seluruh Indonesia.
(MetroTv)













