Media Utama Terpercaya

29 November 2025, 23:10
Search

Banjir Bandang Dan Tanah Longsor Melanda Aceh, Sumut, Sumbar. Ini Korban dan Kerugiannya!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Banjir di Aceh Tenggara
Banjir yang terjadi di Aceh Tenggara. [Foto: BPBD Aceh Tenggara]

Aceh, mu4.co.id – Banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025 di Sumatera mengakibatkan krisis kemanusiaan dan kerusakan infrastruktur yang signifikan.

Penyebab utama banjir dan longsor ini adalah hujan deras dengan intensitas tinggi dan ekstrem yang terjadi beberapa hari berturut-turut dari 21-23 Novmeber 2025 di wilayah tersebut. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terjadinya siklon tropis senyar, siklon tropis koto, dan indeks ocean dipole negatif yang mengakibatkan hal tersebut terjadi.

Kombinasi fenomena cuaca regional dan global menciptakan atmosfer yang sangat tidak stabil mengakibatkan curah hujan yang jauh di atas normal dan memicu bencana hidrometeorologi berskala besar.

Bencana ini melanda berbagai wilayah di Pulau Sumatera, mencakup Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di Sumatera Utara, daerah terdampak meliputi Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Kota Sibolga, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Pakpak Bharat, Mandailing Natal, Nias, Kota Gunung Sitoli, Langkat, Kota Medan, Padangsidempuan, dan Serdang Bedagai.

Baca juga: Atasi Banjir, Wali Kota Banjarbaru Resmikan Kolam Retensi Guntung Jingah!

Sementara itu, di Sumatera Barat, Kota Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Agam, Pesisir Selatan, Kota Pariaman, Pasaman Barat, Bukittinggi, Kota Solok, Padang Panjang, Limapuluh Kota, dan Pasaman turut merasakan dampaknya. Di Aceh, bencana terjadi di Pidie, Aceh Besar, Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Barat, Subulussalam, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Singkil, Aceh Utara, dan Aceh Selatan.

Untuk sementara ini tercatat setidaknya ada 104 orang meninggal dunia, 95 orang korban luka-luka, dan 81 orang hilang masih dalam tahap pencarian, serta puluhan ribu orang terpaksa mengungsi akibat rumah mereka terendam. Kerugian sementara di Sumatera Barat mencapai Rp4,9 miliar, sedangkan untuk Aceh dan Sumatera Utara masih dalam tahap pendataan yang diperkirakan juga mencapai miliaran rupiah.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari menghimbau masyarakat agar tetap selalu waspada dan segara mengevakuasi diri ke lokasi aman jika terdampak. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah mempersiapkan langkah penanganan, termasuk memodifikasi cuaca dan terus memonitor situasi.

Dody Hanggodo selaku Menteri Pekerjaan Umum (PU) telah menginstruksikan seluruh balai yang ada di Sumatera Barat untuk turun langsung ke lapangan.

Baca juga: Bali Dilanda Banjir Besar, 620 Jiwa Terdampak dan 14 Warga Tewas!

“Kementerian PU telah menginstruksikan seluruh Balai yang ada di Sumatera Barat untuk bergerak cepat dan hadir di lokasi. Fokus kita adalah membuka kembali akses utama, memastikan fungsi infrastruktur air baku dan drainase, serta memberikan dukungan fasilitas dasar bagi masyarakat. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” ujar Dody dilansir dari liputan6.com, Sabtu (29/11).

Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan mobilisasi penuh unsur pemerintah dan penangan serius untuk bencana ini. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan bahwa seluruh tim dari berbagai instansi telah terjun secara langsung ke lapangan.

Hingga saat ini, pemerintah pusat dan daerah terus berkoordinasi untuk penyaluran logistik, medis, dan pemulihan infrastruktur. Tim SAR gabungan juga terus mencari korban yang hilang. Masyarakat diminta untuk tetap selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem lanjutan terutama dengan adanya peringatan Siklon Tropis Koto.

Tidak kalah penting terkait penanganan trauma dan rehabilitasi jangka panjang juga menjadi fokus perhatian untuk korban terdampak agar mereka dapat bangkit dari bencana ini.

(liputan6.com)

[post-views]
Selaras