Media Utama Terpercaya

8 April 2026, 16:39
Search

Banjarmasin Uji Coba Mikrotrans Listrik, Calon Angkutan Umum Masa Depan?

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Mikrotrans Listrik Banjarmasin
Mikrotrans Listrik Banjarmasin. [Foto: Antara, Kabar Kalimantan]

Banjarmasin, mu4.co.id – Pemerintah Kota Banjarmasin mulai menguji coba transportasi publik berupa minibus Mikrotrans Listrik yang diproyeksikan menjadi angkutan massal ramah lingkungan di masa depan.

“Ini masih uji coba. Kita ingin tahu sejauh mana daya tahan, jarak tempuh, dan efektivitasnya dari pagi sampai sore. Kurang lebih satu bulan kita lihat hasilnya, baru kita putuskan,” ungkap Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR saat uji coba transportasi tersebut di halaman Balai Kota, dikutip dari Antara, Rabu (8/4).

Ia menegaskan uji coba armada listrik dilakukan berdasarkan kebutuhan dan data lapangan untuk meningkatkan layanan publik sekaligus mengurangi kendaraan berbahan bakar minyak.

Baca Juga: BTS Trans Banjarmasin Beroperasi Mulai 1 April, Ini Rute dan Keunggulannya!

Mikrotrans ini mampu membawa 12–13 penumpang, dilengkapi CCTV, GPS, dan AC sehingga lebih nyaman. 

Selama uji coba, Yamin menilai transportasi tersebut nyaman, sejuk, stabil, dan berpotensi menjadi alternatif angkutan umum ramah lingkungan di Banjarmasin.

“Tapi tetap, kita tidak mau terburu-buru, semua harus terukur,” tuturnya.

Ia membuka peluang mikrotrans listrik menggantikan taksi kota atau “taksi kuning” yang kian kalah bersaing akibat perubahan pola transportasi.

Meski demikian, Pemko menilai masih ada tantangan seperti ketergantungan listrik, kebutuhan infrastruktur pengisian, dan kesiapan rute. Di sisi lain, efisiensi anggaran dan pengurangan emisi menjadi keunggulan utama, sekaligus momentum membangun sistem transportasi kota yang lebih modern dan terintegrasi. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Banjarmasin Slamet Begjo menegaskan langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional.

Baca Juga: ASN Dilarang Pakai Kendaraan Pribadi Saat WFH, Harus Pakai Transportasi Umum Jika Bepergian

“Arahan pemerintah pusat jelas, angkutan umum harus beralih dari konvensional ke listrik. Ini bagian dari penghematan energi dan efisiensi anggaran,” jelas Slamet Begjo.

Ia mengakui kebutuhan angkutan umum di Banjarmasin masih belum terpenuhi, sementara taksi kota berada dalam kondisi stagnan. Karena itu, Dishub menyiapkan skema transisi tanpa mematikan pelaku lama dengan memprioritaskan pengemudi taksi kuning untuk diuji kelayakannya agar bisa terlibat dalam sistem baru.

Rencana operasional akan mengacu pada 13 koridor transportasi, yang saat ini baru enam koridor aktif. Sisanya akan diisi bertahap, termasuk kemungkinan oleh armada listrik, dengan jam operasional pukul 06.00–18.00 WITA. 

Uji coba ini menjadi penentu arah antara mempertahankan sistem lama atau beralih ke transportasi masa depan dalam satu bulan ke depan.

(Antara)

[post-views]
Selaras