Banjarmasin, mu4.co.id – Pemerintah Kota Banjarmasin menggandeng Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala untuk mengembangkan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Wali Kota Banjarmasin H.M. Yamin HR menyebut kerja sama ini dibahas bersama Bupati Banjar H Saidi Mansyur dan Bupati Barito Kuala H Bahrul Ilmi sebagai tindak lanjut penetapan kawasan “Banjarmasin Raya” sebagai lokasi percontohan nasional waste to energy. Program tersebut merupakan hasil rapat yang dipimpin Menko Pangan Zulkifli Hasan bersama Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.
Sinergi tiga daerah ini diharapkan mampu menuntaskan persoalan sampah sekaligus mendukung gerakan lingkungan menuju pemanfaatan sampah sebagai energi.
Baca Juga: Banjarmasin Siapkan Solusi Jangka Panjang Atasi Lonjakan Sampah. Apa Saja?
“Sinergi bersama Kabupaten Banjar dan Barito Kuala ini adalah langkah strategis untuk membangun sistem pengolahan sampah regional yang terintegrasi, kita ingin mengubah bagaimana paradigma sampah bukan lagi dipandang sebagai beban tetapi menjadi sumber energi dan juga peluang ekonomi,” ujar Yamin dikutip dari Antara News, Selasa (7/4).
Total volume sampah di tiga wilayah yakni Banjarmasin, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Barito Kuala diperkirakan hampir mencapai 678 ton per hari seiring pertumbuhan penduduk. Karena itu, percepatan program pengolahan sampah menjadi energi listrik dinilai sebagai langkah strategis untuk mengatasi persoalan tersebut.
Sebanyak empat kandidat lokasi telah diajukan ke Kementerian Lingkungan Hidup, yaitu TPAS Tabing Rimbah di Barito Kuala, TPAS Basirih di Banjarmasin, kawasan sekitar Terminal Gambut Barakat, serta area belakang RSJ Sambang Lihum di Kabupaten Banjar.
Baca Juga: DLH Kalsel Bagikan 2.000 Lebih Fasilitas Pengelolaan Sampah. Dimana Saja?
Seluruh lokasi akan dikaji bersama tim teknis kementerian untuk menentukan titik paling tepat bagi implementasi proyek waste to energy.
“Kita berharap setelah ini, selaras dengan apa yang menjadi arahan pusat, kita dapat mempersiapkan diri untuk menentukan arah, dan kesiapan teknis hingga anggaran dalam penanganan sampah menjadi energi,” ucap Yamin.
(Antara News)












